Dok: Prodi Sarjana Akuntansi FEB Untar
Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untar menegaskan komitmennya dalam mendukung Kampus Berdampak melalui penyelenggaraan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Implementasi tersebut diwujudkan melalui rangkaian Eksibisi MBKM yang berlangsung pada 10–21 November 2025 di Kampus II Untar, menampilkan berbagai karya, inovasi, serta pengalaman pembelajaran mahasiswa di luar kelas.
Kegiatan ini menjadi puncak mata kuliah MBKM dan menghadirkan beragam agenda, mulai dari booth wirausaha, pameran 53 poster proyek MBKM, hingga seminar tematik bertajuk “From Bookkeeper to Accountantpreneur”. Seluruh rangkaian dirancang untuk memperkuat relevansi pembelajaran akuntansi dengan dinamika industri dan tuntutan profesional masa kini.
Sebanyak 34 mahasiswa mengikuti skema Kewirausahaan dengan fokus pada pengembangan bisnis food and beverage, 3 mahasiswa mengembangkan produk aksesoris kendaraan, dan 1 mahasiswa membuat inovasi kantong belanja berbahan plastik daur ulang. Selain itu, 32 mahasiswa menjalankan Program Asistensi Mengajar di 11 SMA mitra.
Partisipasi mahasiswa juga terlihat dari 5 mahasiswa skema Studi Independen yang menghasilkan buku dan komik ajar, 3 mahasiswa mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Jerman, serta 125 mahasiswa melaksanakan magang industri maupun magang di instansi pemerintahan. Keragaman pengalaman ini menunjukkan komitmen prodi dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.
Eksibisi ditutup dengan seminar inspiratif yang menghadirkan dua narasumber yaitu dosen Digital Marketing dan Strategic Entrepreneur Airbah Tulus Makmud, S.T., M.B.A., M.Bus.Fin., yang juga pemegang sertifikasi Digital Marketing dari Toronto University; serta seorang food blogger sekaligus pemilik usaha Brownie Lab Vinny Laurencia, S.E.
Dalam pemaparannya, Vinny Laurencia membagikan pengalaman membangun dan mengembangkan Brownie Lab. Ia menekankan bahwa dunia bisnis tidak pernah lepas dari dinamika naik-turun. “Pemilik usaha tidak bisa sepenuhnya mengandalkan sistem autopilot, karena selalu ada potensi penyalahgunaan wewenang oleh pihak internal jika pengawasan dan SOP tidak ditegakkan secara konsisten,” ungkapnya.
Dari perspektif pemasaran digital, Airbah Tulus Makmud menjelaskan pentingnya konsistensi dalam beriklan di media sosial. Ia memperkenalkan konsep 5A—aware, appeal, ask, act, advocate—sebagai tahapan strategis dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan pelanggan. Airbah menegaskan bahwa tahap advocate memiliki peran penting dalam memperkuat seluruh proses pemasaran, karena pelanggan loyal berpotensi menjadi promotor alami bagi produk atau layanan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan MBKM, S1 Akuntansi FEB Untar memperkuat transformasi mahasiswa dari Bookkeeper menjadi Accountantpreneur—lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan adaptasi terhadap tantangan industri modern.
(VA/YS)

