Dok: Humas Untar – RJ
Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan Grand Final Duta Untar 2025 pada Jumat (21/11/2025) di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar. Mengusung tema “Driven to Redefine”, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pemilihan Duta Untar di tahun ini, yang telah berlangsung sejak 2009 dan menjadi ajang tahunan bergengsi bagi mahasiswa Untar.
Sebanyak 16 finalis dari berbagai fakultas tampil dan berkompetisi pada malam Grand Final. Dari rangkaian penilaian, terpilih Shannon Megane Sulistio dan A. Zaidan Ammar R. sebagai Duta Untar 2025. Selain gelar utama, turut diumumkan beberapa kategori penghargaan lain, yaitu Duta Untar Wakil I, Duta Untar Wakil II, Duta Untar Bertalenta, dan Duta Untar Favorit 2025.
Acara dibuka oleh Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya tema yang diusung tahun ini.
“‘Driven to Redefine’ adalah panggilan bagi mahasiswa kita untuk tidak hanya mengikuti arus, melainkan berani mendefinisikan ulang batasan prestasi, kreativitas, dan kontribusi sosial,” ujarnya.
Penanggung Jawab Duta Untar 2025 sekaligus Ketua Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Untar (Lemawa), Tri Sutrisno, S.Si., M.Sc., turut menyampaikan harapan agar para Duta terpilih dapat menjalankan peran strategisnya.
“Saya berharap Duta Untar 2025 dapat bersinergi erat dengan Lembaga Kemahasiswaan untuk menghidupkan kampus melalui kegiatan positif. Jadilah jembatan inspiratif antara mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas,” jelasnya.
Grand Final Duta Untar 2025 terlaksana dengan dukungan para mahasiswa dari berbagai fakultas serta para orang tua finalis yang turut hadir. Proses penilaian dilakukan oleh para juri, yaitu Untung Subroto, Giok Kinski, Jeremy Gregory Samatara, dan Tri Sutrisno.
Puteri Indonesia Intelegensia 2023, Giok Kinski, sebagai salah satu juri, memberikan apresiasinya. “Saya berharap Duta Untar 2025 bisa menjadi role model Gen Z yang proaktif dan menyebarkan hal-hal positif,” tuturnya.
Usai dinobatkan, Shannon dan Zaidan menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya. “Tentunya kami merasa bangga sekali karena bisa membawa nama baik Untar,” ungkap keduanya.
Melalui ajang ini, para finalis dipersiapkan menjadi representasi mahasiswa Untar yang berkarakter, cerdas, menjunjung integritas, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus. Duta Untar juga diharapkan menjadi simbol anti-narkoba, anti-bullying, serta promotor nilai-nilai kepemimpinan bagi seluruh sivitas akademika.
Grand Final Duta Untar 2025 menjadi bukti komitmen Untar untuk terus mendorong mahasiswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam soft skills, kepribadian, dan kepemimpinan.
(VA/YS)

