Pict Source: IStock.Photo
Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan hidup manusia, sama halnya dengan kesehatan fisik.
Kesehatan mental berperan besar dalam menentukan cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak. Secara mendasar, kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang dapat berfungsi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari, baik secara emosional, psikologis, maupun sosial.
Menurut dosen sekaligus psikolog klinis Untar, Debora Basaria, M.Psi., Psi., menjaga kesehatan mental merupakan langkah awal untuk mencapai kesejahteraan hidup secara menyeluruh. Empat langkah paling mudah untuk menjaga kesehatan mental adalah menghargai diri sendiri, mengelola stres, bersosialisasi, dan menetapkan tujuan yang realistis.
“Saat kita menghargai diri sendiri, kita memberikan dukungan tanpa syarat dan kepedulian terhadap diri kita sendiri. Hal ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih besar dalam diri kita. Dengan mengelola stres, kesehatan mental kita akan lebih mungkin terjaga. Sementara itu, dengan bersosialisasi bersama orang yang kita percaya, kita bisa merasa lebih baik karena ada teman untuk berbagi dan berbicara,” ungkap Debora.
Dalam dunia akademik yang penuh dinamika—mulai dari tekanan tugas hingga upaya menjaga keseimbangan antara studi dan kehidupan pribadi—menjaga kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting. Realitas sebagai mahasiswa di perguruan tinggi, dengan berbagai tuntutan seperti penyelesaian tugas dalam waktu tertentu serta kegiatan yang terjadwal di berbagai tempat, menuntut kita untuk terus mengatur kehidupan perkuliahan maupun personal agar tidak mengalami burnout.
Maka dari itu, Debora menyampaikan dua cara efektif untuk mengatur kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. Mengatur waktu dengan bijak
Melalui manajemen waktu yang baik, tugas-tugas akademik yang merupakan kewajiban dapat diselesaikan tanpa harus merasa terbebani. Cara ini dapat diterapkan dengan menggunakan aplikasi kalender bawaan smartphone maupun dengan menandai kegiatan pada hari tertentu di kalender fisik di rumah.
2. Membuat to-do list
Menentukan prioritas dan memberikan waktu istirahat yang cukup adalah hal-hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres serta membantu menyelesaikan kewajiban secara efisien. Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi pengingat (reminder) atau buku kecil berisi to-do list yang dapat dibawa ke mana saja agar tidak lupa.
Sebagai perguruan tinggi yang memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan jiwa dan raga, Untar berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang suportif dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.
Wujud nyata komitmen tersebut dihadirkan melalui fasilitas Tarumanagara Psychology Center atau Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi (PBKP) Untar. Fasilitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan untuk berbagi cerita, berkonsultasi, serta mendapatkan pendampingan psikologis secara profesional.

Tarumanagara Psychology Centre atau PBKP Untar, yang berlokasi di Lantai 2, Gedung L, Kampus I Untar. // Dok: Humas Untar
Berbagai kegiatan seperti konseling individu, pelatihan pengelolaan stres, hingga seminar seputar kesehatan mental rutin diadakan guna membantu sivitas akademika mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih baik.
Momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja, dan bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk memulihkan diri. (VC/YS)

