Pilih Laman
Disertasi Sutikno Buktikan Gedung Hijau Lebih Efisien

9 September 2025

Oleh: Humas Keiko

Share

Dok: Humas Untar – VC

Tambahan investasi untuk pembangunan gedung hijau dapat kembali dalam waktu kurang dari empat tahun melalui penghematan biaya operasional. Kesimpulan ini disampaikan Sutikno saat mempertahankan disertasi doktor di Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Untar, Selasa (9/9/2025), di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar.

Dalam disertasi berjudul “Model Biaya Efektif Konstruksi Gedung Berdasarkan Penilaian Peringkat GREENSHIP dengan Metode Value Engineering dan Lifecycle Cost Analysis”, Sutikno menyoroti kewajiban pemenuhan standar ramah lingkungan sejak diberlakukannya Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021. Aturan itu menetapkan setiap gedung baru harus memenuhi kriteria bangunan hijau untuk memperoleh izin mendirikan dan sertifikat laik fungsi.

Meski demikian, banyak pihak masih menilai biaya pembangunan gedung hijau lebih mahal. Penelitian Sutikno menawarkan model perhitungan yang tidak hanya mencakup biaya awal pembangunan, tetapi juga biaya operasional sepanjang umur gedung. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian menunjukkan penghematan energi, air, dan pemeliharaan mampu menutup biaya tambahan dalam waktu kurang dari empat tahun.

“Penerapan model ini menunjukkan bahwa investasi bangunan hijau bukan beban, melainkan solusi hemat jangka panjang,” ujar Sutikno.

Penelitian ini dinilai memberi kontribusi baru karena menggabungkan beberapa metode perhitungan menjadi model yang lebih komprehensif. Secara praktis, model ini dapat digunakan pemerintah maupun pengembang untuk menyusun kebijakan perumahan hijau, memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan, serta mendorong pemahaman publik bahwa gedung hijau lebih efisien dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Penelitian ini saya persembahkan tidak hanya untuk pengembangan ilmu, tetapi juga untuk memberi solusi nyata bagi sektor konstruksi dan properti Indonesia,” kata Sutikno. Ia berharap hasil disertasi ini menjadi masukan bagi pemangku kebijakan dan praktisi agar pembangunan hijau dipandang sebagai investasi masa depan.

Sidang promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Amad Sudiro, dengan promotor utama Prof. Dr. Ir. Sarwono Hardjomuljadi dan promotor pendamping Dr. Ir. Henny Wiyanto. Tim penguji diketuai Ir. Harto Tanujaya.

Sutikno adalah Direktur Utama dari PT Mata Hari Cemerlang, PT Strategi Alam Semesta, dan PT Cahaya Bangsa Harapan Bersama.

(VA/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR