
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) kembali mengadakan International Conference on Entrepreneurship and Business Managament (ICEBM) yang ke-9 dengan tema “Post-Covid-19 Pandemic: How Entrepreneurs and Managers Adapt and Reshape Business Strategies”, Kamis (19/11) secara daring.
Kegiatan ICEBM yang rutin diselenggarakan setiap tahun, kali ini menghadirkan pembicara kunci atau Keynote Speaker Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir. Adapun pembicara lainnya dari Malaysia yaitu Director Centre For Business Incubation and Entrepreneurial Ventures, Tunku Abdul Rahman University College, Prof. Lim Tong Ming, Ph.D. dan seorang Chief Brand, Design & Insight Officer – Smartfren Indonesia Roberto Saputra. Selaku moderator yang memfasilitasi sesi diskusi, Dosen FEB Untar Dr. Cokki menyampaikan beberapa kesimpulan antara lain mengajak para mahasiswa setelah menyelesaikan studi bukan sebagai pencari kerja tetapi pencipta lapangan kerja dan harus selalu siap beradaptasi serta mengubah pola pikir dalam berbisnis agar bertahan terhadap situasi apapun.


Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan pada pembukaan menyampaikan bahwa meskipun penyelenggaraan ICEBM tahun ini diadakan secara daring, namun panitia ICEBM tetap semangat dengan seluruh partisipan yang tetap antusias. ”Dalam kondisi saat ini terlepas dengan banyaknya perusahaan yang mengalami kemunduran, ada banyak perusahaan yang dapat mengubahnya menjadi kesempatan untuk bangkit dan lebih maju.”
Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir menegaskan bahwa sejak awal Pandemi Covid-19, pemerintah tidak tinggal diam dan selalu berusaha menanggulanginya. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini juga ikut terimbas. Pada kuartal ketiga tahun ini, telah mengalami penurunan hingga 3,49%. Hal ini lebih baik jika dibandingkan dengan negara maju lainnya yang mengalami penurunan ekonomi hingga belasan persen. Covid-19 menuntut Indonesia dan seluruh negara didunia untuk beradaptasi dan menjalani proses belajar cepat yang belum pernah diduga sebelumnya. Kemunduran banyak negara besar itu harusnya menjadi peluang kita untuk mengejar ketertinggalan. Inilah saat Indonesia membenah diri termasuk BUMN. Saatnya kita menjadikan krisis ini sebagai peluang dengan lompatan-lompatan besar.”


ICEBM yang tahun depan akan berusia sepuluh tahun, bekerja sama dengan beberapa universitas dalam dan luar negeri sebagai pendukung acara antara lain KunShan University Taiwan, Tunku Abdul Rahman University College (TAR UC) Malaysia, Trisakti School of Management, Universitas Bunda Mulia, Universitas Krida Wacana, dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) serta berbagai partisipan dari Taiwan, Malaysia, India, Canada, Vietnam, El Savador, dan Indonesia. -JS-
-JS-
19 November 2020, PKM, LIT, KS.



