
Pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung diharapkan akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan daya saing bagi masyarakat di sekitar lintasan jalur kereta api cepat. Namun, di sisi lain, tidak dipungkiri dampak negatif pun akan muncul bagi masyarakat yang terlewati jalur kereta api cepat khususnya masyarakat sekitar stasiun kereta api. Pemetaan atau prediksi dampak positif dan negatif sangat penting untuk dapat mengantisipasi dampak positif dan memitigasi dampak negatif aspek sosial bagi masyarakat.

Ketua Penyelenggara Ni Luh Put Shinta Eka Setyarini (Dosen Fakultas Teknik Untar), menyampaikan bahwa webinar ini bertujuan untuk mendiseminasikan informasi dan pembelajaran bagi dunia konstruksi di Indonesia dan bagi kalangan akademisi, “Semoga webinar ini menjadi proses pembelajaran teknis dan akademis bagi para engineer dan Mahasiswa Teknik karena searah dengan aplikasi teknologi terbaru, serta menjadi media sosialisasi positif dan konstruktif dari proyek kereta api cepat yang masih dalam tahap konstruksi,” jelasnya.
“Saya berharap webinar ini dapat menjadi potensi Indonesia dalam melihat posisi realita transportasi dan menyadari potensi yang ada untuk dapat berkolaborasi antar negara, perusahaan dan profesional khususnya bidang keinsinyuran, serta menghasilkan rekomendasi yang powerful untuk mendorong berkembangnya inovasi transportasi di tanah air,” ujar Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Heru Dewanto, S.T., M.Sc.(Eng.), IPU, ASEAN Eng.
Menjelaskan konsep keamanan kereta cepat, General Manager Technical & Design Management Ir. Rachman Suhanda, sebagai salah satu narasumber memaparkan bahwa, “Kereta cepat Jakarta-Bandung ini dipastikan memasang Earthquake Early Warning System karena kereta cepat sangat sensitif terhadap perubahan alignment, geometri dan getaran. Kalau getaran terlalu besar akan menyebabkan kecelakaan, sehingga penggunaan earthquake early warning system sangat ditekankan. Karenanya perlu dilakukan kerjasama dengan pihak BMKG yang memiliki kompetensi terkait pemasangan sensor yang mendekati episentrum gempa sehingga Early Warning System dapat dioptimalkan.”
HSR (High Speed Rail) Director of KCIC Xiao Songxin, menyampaikan bahwa sistem HSR di China juga memastikan keamanan berdasarkan konstruksi dan berbagai percobaan pengoperasian, “Berdasarkan banyak praktik dalam konstruksi dan dalam operasinya, telah membentuk sistem teknologi SDM yang mencakup enam aspek seperti track engineering, EMU kecepatan tinggi, kontrol kereta api, catu daya traksi, operasi & manajemen, dan pencegahan & kontrol risiko.”


Webinar yang diikuti lebih dari 500 peserta sebagian besar terdiri dari para praktisi, akademisi, dan bahkan mahasiswa. -SA-
-JS-
13 November 2021, KS, PKM.


