Dok: Humas Untar – RJ
Universitas Tarumanagara (Untar) bersama Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) membahas pendidikan perencanaan wilayah dan kota (PWK) di Indonesia dan Korea Selatan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Kampus I Untar, Senin (24/8/2026).
FGD bertema “Comparative Study on Urban Planning Education in South Korea and Indonesia” tersebut melibatkan Seoul National University (SNU) serta sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kegiatan berlangsung secara luring dan daring.
Diskusi membahas peran dan kompetensi perencana, karakteristik pendidikan perencanaan di perguruan tinggi, standar pendidikan dan otonomi universitas, serta penerapan kurikulum dan studio perencanaan di Indonesia dan Korea Selatan.
Peserta juga mendiskusikan inovasi dalam proses pendidikan, pengaruh standar dan kelembagaan terhadap penyelenggaraan pendidikan, serta perkembangan sistem akreditasi di kedua negara.
Dekan Fakultas Arsitektur dan Perencanaan (FAPRE) Untar Maria Veronica Gandha, S.T., M.Arch., mengatakan, forum tersebut menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas pemahaman mengenai pendidikan perencanaan sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.
“Kami berharap pertemuan ini dapat mendorong diskusi yang produktif serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Jakarta dan Jabodetabek, dengan perguruan tinggi di Korea,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga membuka ruang pertukaran informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan perencanaan di kedua negara, termasuk peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan dan riset perencanaan. (CS/YS)

