Pilih Laman
Promosi Doktor Untar Ungkap Akar Kesenjangan UMKM Papua

9 Januari 2026

Oleh: Humas Keiko

Share

Dok: Humas Untar – VC

Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Manajemen di Auditorium Gedung M, Kampus I Untar, Jumat (09/01/2026). Ujian terbuka ini sekaligus mencatatkan Roman Philander Lagaronda sebagai Doktor Ilmu Manajemen ke-22 yang dihasilkan oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar.

Sidang tersebut menjadi forum ujian terbuka bagi Roman Philander Lagaronda dalam mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Wirausaha, Budaya Kerja, dan Pembelajaran Kognitif terhadap Pilihan Karir Berwirausaha: Mediasi Niat Berwirausaha dan Moderasi Proses Pengambilan Keputusan.”

Sidang terbuka promosi doktor tersebut dipimpin oleh Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. selaku Ketua Sidang, dengan Prof. Dr. Otto Randa Payangan, S.E., M.Si. sebagai Promotor Utama, serta didampingi oleh Promotor Pendamping Dr. Dra. Fransisca Iriani Roesmala Dewi, M.Si.

Dalam sidang ini, Roman memaparkan peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tidak hanya berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ia menjelaskan bahwa Papua memiliki potensi kewirausahaan yang besar, namun dalam prakteknya keberhasilan usaha dan pilihan karir berwirausaha belum merata, terutama jika ditinjau dari perbedaan perilaku UMKM antara masyarakat pendatang dan Orang Asli Papua.

“Selama ini banyak program-program bantuan dan pelatihan yang diberikan kepada UMKM di Provinsi Papua, namun sebagian besar masih berfokus pada bantuan modal, pelatihan teknis, dan aspek administrasi,” ujar Roman menjelaskan tujuan penelitian.

Penelitian ini menilai bahwa berbagai program bantuan dan pelatihan tersebut belum sepenuhnya menyentuh faktor-faktor mendasar, meliputi aspek psikologis, kelembagaan berupa aturan dan norma, cara pandang yang membentuk kepemimpinan wirausaha, budaya kerja, pembelajaran kognitif, niat berwirausaha, serta proses pengambilan keputusan.

Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 450 pelaku UMKM di Kota Jayapura, Sentani Kota, dan Arso Kota, serta analisis data menggunakan metode CB-SEM LISREL, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan wirausaha, budaya kerja, dan pembelajaran kognitif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pilihan karir berwirausaha.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan di Papua perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan modal, tetapi juga melalui peningkatan kepemimpinan wirausaha, budaya kerja, dan proses pembelajaran pelaku UMKM. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kesenjangan kewirausahaan antara masyarakat pendatang dan Orang Asli Papua (OAP) dipengaruhi oleh faktor psikologis dan kelembagaan, sehingga diperlukan program pelatihan yang lebih kontekstual, penguatan kemampuan pengambilan keputusan, serta kolaborasi antar pelaku usaha guna mendorong pemerataan keberhasilan UMKM di Papua. (KS/YS)

Berita terbaru

Agenda

 

25 Mei Career Internship Fair
26 Mei Entrepreneur Week 2026
21 Juli Architectural Design Week 2026
12-14 Agustus PKKMB 2026
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Universitas Swasta di Jakarta, Universitas Swasta Terbaik, Universitas Tarumanagara, UNTAR