Dok: Humas Untar – VC
Untar melalui Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik menyelenggarakan kegiatan akademik bertema “Humaniora dan AI: Menjaga Identitas Budaya dan Nilai Kemanusiaan di Tengah Disrupsi Teknologi Menuju Masyarakat Inklusif dan Berkeadilan”, Kamis (20/11/2025) secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya mempertahankan nilai budaya dan kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital.
Acara diawali dengan sambutan Dr. Ir. Steven Darmawan, S.T., M.T., Kepala Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama.
Dr. Steven menyampaikan bahwa festival dan seminar humaniora ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran pada mata kuliah humaniora yang rutin dilaksanakan setiap semester. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu kebudayaan, kemanusiaan, serta tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, Dr. Steven menegaskan, “Untar mendorong penggunaan AI dalam dunia pendidikan, namun harus dilakukan dengan tata cara dan etika yang benar sehingga dapat dimanfaatkan secara tepat. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar pengembangan ilmu.”
Sesi pertama menghadirkan Peneliti dan Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia 2025, Dedek Prayudi, B.A., M.Sc., yang memaparkan materi mengenai ’Simulakra’. Penjelasan berfokus pada teori simulakra yang memandang bahwa realitas kerap dibentuk oleh representasi yang dihasilkan secara sosial maupun digital. Ia menguraikan tiga tahapan simulakra, hubungan antara realitas dan hiperrealitas, serta dampaknya terhadap perilaku masyarakat modern.
Materi kedua disampaikan oleh pengacara sekaligus Bupati Kepulauan Mentawai tahun 2024, Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., CRA., AIIArb, melalui topik mengenai Manusia Konstitutif Memiliki Kedaulatan Kewajiban. Ia menjelaskan konsep manusia sebagai subjek konstitutif yang memiliki kedaulatan serta kewajiban etis dan sosial. Penjelasan mencakup relevansi konsep tersebut dalam sistem etika, hukum, dan pendidikan tinggi, termasuk pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga nilai kemanusiaan dan integritas ilmiah di tengah disrupsi teknologi.
Dalam rangkaian yang sama, festival humaniora turut mengumumkan pemenang lomba artikel ilmiah, poster, dan video kreatif karya mahasiswa aktif Untar. Dewan juri kategori poster terdiri atas Prof. Ar. Dr. Ir. Fermanto Lianto, M.T., IAI, Dr. Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M., dan Drs. M. Nashir Setiawan, M.Hum. Untuk kategori video konten, penjurian dilakukan oleh Dr. Yenita dan Roswiyani, M.Psi., Ph.D., Psikolog.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi dalam menghadapi perubahan yang dipicu oleh perkembangan AI dan teknologi, sehingga masyarakat dapat tetap inklusif serta berkeadilan. (VC/YS)

