Dok: Humas Untar – RJ
Kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral dan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya. Teknologi hanyalah sebuah alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan, namun arah serta dampaknya terhadap masyarakat sepenuhnya ditentukan oleh cara manusia memanfaatkannya.
Pandangan tersebut disampaikan Prof. Dr. Keni, S.E., M.M. dalam orasi pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap Untar bidang Manajemen yang digelar di Auditorium Kampus I Untar, Kamis (30/10/2025).
Orasinya berjudul “Menelisik Tiga Pilar Pembentuk Preferensi Konten Digital Masyarakat Indonesia”, mengangkat fenomena sosial yang berkembang pesat di era digital. Dijelaskannya, perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi dan memproduksi konten digital mencerminkan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk opini publik.
Menurutnya, era integrasi teknologi dan kehidupan manusia telah menciptakan realitas baru, di mana konten digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan membentuk nilai, persepsi, serta keputusan sosial dan ekonomi.
Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang membentuk perilaku masyarakat dalam memilih dan menonton konten digital, yaitu sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan kualitas konten yang dipersepsikan (perceived content quality). Ketiga faktor tersebut berakar pada teori perilaku terencana dan berperan penting dalam menjelaskan keputusan individu berinteraksi dengan konten di berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Ditambahkannya, literasi digital dan tanggung jawab sosial penting bagi seluruh pengguna internet agar ekosistem digital tetap sehat dan produktif. Selain itu, para kreator konten (content creator) diingatkan untuk menjaga tanggung jawab moral dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai, kualitas, serta relevansi dengan bidang keahlian masing-masing. Kredibilitas kreator, menurutnya, menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik.
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Prof. Keni. “Satu tahun saya menjabat sebagai rektor, Prof. Keni menjadi guru besar pertama yang dikukuhkan. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi akademik, tetapi juga dedikasi terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Selaras dengan yang diungkapkan Rektor Untar, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. menambahkan, “Pilihan yang diambil Prof. Keni diharapkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya di lingkungan Untar, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kehadiran beliau sebagai guru besar turut memperkuat sumber daya di ranah ekonomi dan bisnis.”
Pengukuhan Prof. Keni dilakukan langsung oleh Rektor Untar dengan penyematan kalung emas sebagai simbol jabatan guru besar. Acara diakhiri dengan penampilan alumni Magister Manajemen Untar yang membawakan lagu persembahan.
Turut hadir Ketua Tim Riset dan Pengabdian Masyarakat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Aprie Wellandira Suhari, S.A.P., yang mewakili LLDIKTI III yang menyampaikan harapan agar kontribusi Prof. Keni sebagai profesor baru terus memberi warna bagi dunia pendidikan. (VC/YS)

