


Beliau juga menjelaskan bahwa komposisi mikrobiota pada tubuh sangat berpengaruh terhadap respon imun untuk melawan virus. “Mikrobiota usus memainkan peran penting pada Covid-19. Mikrobiota yang sehat akan membantu tubuh untuk melawan virus yang masuk dan proses penyembuhan infeksi dengan cepat, serta respon imun menjadi efektif. Jika jumlah bakteri jahat lebih banyak dari bakteri bermanfaat (dysbiosis), maka dapat terjadi respon imun yang gagal yang mengakibatkan pelepasan sitokin yang berlebihan, disfungsi organ tubuh, bahkan kematian,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa pemberian probiotik dapat berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. “Pemberian probiotik dapat memberikan efek Antiviral dan Anti-inflamasi. Efek Antiviral adalah efek dari pemberian probiotik yang mampu mengurangi insiden saluran pernapasan oleh virus. Efek Anti-inflamasi adalah efek yang mengurang terjadinya pneumonia. Pemberian synbiotic formula baru pada pasien Covid-19 juga memperlihatkan percepatan pemulihan gejala-gejala klinis, penurunan marker sitokin proinflamasi, peningkatan bakteri yang menguntungkan di saluran pencernaan, dan profil keamanan yang baik,”ujarnya.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yan g dipandu oleh dr. Lie Man, mengenai berbagai hal mendalam tentang penggunaan prebiotik dan probiotik yang tepat dalam penegahan dan penanganan Covid-19. -AS-
-JS-
21 Maret 2021, PKM, KS.


