
Dalam sesinya, Ir. Nasiruddin memaparkan dampak Covid-19 dan krisis ekonomi terhadap industri perhotelan di tahun 2020. “Pandemi Covid-19 telah mengganggu perekonomian seluruh dunia, termasuk sektor pariwisata dan perhotelan,” ujarnya.
“Pertumbuhan ekonomi dunia menjadi minus 3 persen. Akibatnya, industri perhotelan di Indonesia juga terkena dampak dari krisis ini karena adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara,” sambung Ir. Nasiruddin.
Menurut Ir. Nasiruddin, dibutuhkan inovasi untuk melewati masa krisis. “Bisnis hotel merupakan bisnis properti berisiko tinggi. Pendapatannya harian dan harus beroperasi terus-menerus selama 24 jam. Maka, hotel harus menggali terus-menerus strategi yang kreatif dan inovatif agar dapat bertahan di masa yang paling sulit selama 20 tahun terakhir ini,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai pembicara Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. S. Sukamdani, Managing Director Omega Hotel Management Kurnia Sukrisna, Owner Milestone Pacific Hotel Group (Maxone) Samudra Hendra, dan CEO Mandiri Inti Realty (MIR) Hartono Sarwono.


