Mahasiswa Untar melaksanakan doa bersama lintas agama dan aksi seribu lilin sebagai bentuk simpati kepada korban bencana yang gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya, Jumat (5/10) di halaman kampus 1 Untar.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) Untar Stephen Deprianto Gea mengatakan aksi seribu lilin dan doa bersama lintas agama adalah bentuk prihatin dan solidaritas kekeluargaan yang dialami saudara-saudara kita di Palu dan sekitarnya.
Selain doa bersama, mahasiswa juga akan melakukan penggalangan dana yang akan disalurkan kepada korban.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Adianto., M.Sc mengatakan acara ini digagas secara spontan oleh mahasiswa sebagai bentuk kepedulian mereka atas bencana yang melanda Palu dan sekitarnyaa. Apalagi melihat korban banyak di sana, mahasiswa Untar ingin memberikan dukungan kepada keluarga yang selamat dan mendoakan para korban bencana agar diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.

Rektor Untar Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan mengatakan Untar siap membantu yang diperlukan untuk memulihkan keadaan di daerah yang dilanda bencana. Bantuan Untar sesuai dengan kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan bisa berupa konsultasi akademik untuk rehabilitasi keadaan atau konseling bagi korban.
“Kita tidak ingin sekedar datang ke sana justru malah merepotkan tapi bila dibutuhkan Untar siap membantu sesuai dengan potensi yang dimiliki”, tegasnya.
Rektor bersama para pimpinan Untar serta dosen ikut berbaur bersama mahasiswa mengikuti dengan hikmat kegiatan ini.
“Aksi ini juga sebagai momentum kebersamaan untuk saling berbagi dan berbela rasa di saat Untar memperingati dies natalis ke 59”, tambah Kahumas Untar Paula T. Anggarina yang juga hadir di tengah aksi mahasiswa tersebut.




