Pilih Laman
Waspada Pencurian Data Pribadi melalui Phishing

3 April 2024

Oleh: Admin

Ilustrasi: Towfiqu barbhuiya on Unsplash.com

Selamat! Anda memenangkan undian dengan hadiah uang tunai sebesar 100 juta!

Pernahkah Anda menerima pesan semacam ini? Mungkin saja. Namun, jangan langsung percaya pada janji manis tersebut. Di balik kesenangan yang dijanjikan, terselip ancaman yang perlu kita waspadai, yaitu phishing.

Apa itu Phishing?

Phishing merupakan salah satu bentuk serangan cyber yang merajalela di era digital saat ini. Dengan modus operandi yang licik, para penjahat cyber berusaha menipu pengguna internet dengan mengelabui untuk mengungkapkan informasi pribadi, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data finansial lainnya. Mereka sering kali menyamar sebagai institusi resmi atau organisasi terpercaya untuk mencuri informasi sensitif dari korban.

Bagaimana Phishing Beroperasi?

Serangan phishing biasanya dimulai dengan pengiriman pesan atau email yang menawarkan sesuatu yang terlalu mustahil untuk menjadi kenyataan, seperti hadiah uang tunai dalam nominal besar atau penawaran eksklusif. Pesan tersebut akan mengarahkan korban untuk melakukan tindakan tertentu, seperti mengklik tautan atau mengunduh lampiran.

Setelah tindakan tersebut dilakukan, korban mungkin akan diarahkan ke situs web palsu yang didesain untuk menyerupai situs asli. Banyak korban yang tidak menyadari dan akhirnya memberikan informasi pribadinya.

Tips Melindungi Diri dari Phishing

1. Waspadai Pesan yang Mencurigakan
Jangan mudah percaya pada email yang meminta informasi pribadi atau keuangan. Periksa alamat email pengirim dan pastikan itu berasal dari sumber terpercaya. Umumnya, penyerang akan menggunakan alamat email yang menyerupai alamat email resmi dari institusi yang ditiru.

2. Hindari Mengklik Tautan yang Mencurigakan
Jangan mengklik tautan dalam email atau pesan teks yang tidak Anda harapkan atau terlihat mencurigakan. Penyerang sering kali memberikan tautan yang mengarah ke situs palsu yang menyerupai situs asli untuk mencuri informasi Anda.

3. Verifikasi Identitas Situs Web
Pastikan Anda berada di situs web yang sah dan aman sebelum memasukkan informasi sensitif. Periksa URL untuk memastikan penggunaan protokol “https://”, bukan “http://”. HTTPS menunjukkan bahwa koneksi antara perangkat Anda dan situs web dienkripsi, membuatnya lebih sulit bagi penyerang untuk mencuri informasi.

4. Periksa Domain Situs Web dengan Teliti
Selain tampilan yang mirip, penyerang juga membuat situs tiruan dengan domain yang menyerupai situs asli. Sebagai contoh, domain situs asli adalah instagram.com dan penyerang membuat situs tiruan dengan domain intagram.com.

5. Perbarui Perangkat Lunak dan Antivirus
Pastikan perangkat lunak keamanan dan antivirus Anda selalu diperbarui untuk mengurangi risiko serangan phishing dan serangan cyber lainnya.

6. Edukasi Diri Sendiri dan Orang Terdekat
Selalu tingkatkan pengetahuan Anda tentang taktik phishing terbaru dan bagikan pengetahuan tersebut kepada teman, keluarga, dan orang terdekat.

Ingatlah selalu untuk tidak memberikan informasi pribadi atau keuangan Anda kepada pihak yang mencurigakan. Berhati-hatilah terhadap pesan atau email yang terlalu mustahil untuk menjadi kenyataan.

Mari bersama-sama menjaga keamanan data pribadi kita di dunia digital yang terus berkembang. Dengan tetap waspada dan mengikuti tips di atas, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan komunitas online dari bahaya phishing.

Ingatlah, keamanan data adalah tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama menjaga keamanan data pribadi dan tetap waspada di dunia digital.

Artikel disusun dari beberapa sumber (KJ/AW/KJ)

Berita terbaru

Agenda

11 Maret Hari Raya Nyepi
12 Maret Awal Puasa
19 Maret Kuliah Umum Bersama KSP RI
20 Maret Untar 4th Career Week