Pilih Laman
Festival Humaniora 2023, Rektor Dorong Sivitas Akademika Jadi Teladan Masyarakat

27 Juni 2023

Oleh: Admin Pusat

Untar menyelenggarakan Festival Humaniora di Auditorium Kampus I Untar, Selasa (27/6). Festival Humaniora merupakan kegiatan rutin Untar yang diselenggarakan setiap semester yang memberikan penghargaan pada mahasiswa dan dosen berprestasi.

Ketua Lembaga Pembelajaran Dr. Ir. Henny Wiyanto, M.T., I.P.M. dalam sambutannya menyebutkan bahwa Festival Humaniora menjadi bagian dari rencana pembelajaran Humaniora yang diselenggarakan dengan sistem Outcome-Based Education (OBE).

Sistem ini mewajibkan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Humaniora untuk menghasilkan luaran bermanfaat bagi program studi dan universitas melalui kolaborasi bersama mahasiswa lain maupun dosen.

Di sisi lain, Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., ASEAN Eng. mengingatkan mahasiswa untuk selalu menghasilkan kinerja positif di manapun mereka berada.

“Semoga kita semakin menyadari peran kita sebagai mahasiswa, sebagai warga negara, dan sebagai warga dunia, untuk bisa menghasilkan hal-hal positif di mana kita melaksanakan tugas pelayanan sebagai profesional,” pesan Rektor dalam sesinya yang berjudul “Kesadaran Bela Negara melalui Peran Aktif dalam Pengabdian sesuai Profesi”.

Rektor berharap mahasiswa dan dosen berprestasi yang menerima penghargaan dapat menjadi teladan dan memberi kontribusi positif pada masyarakat.

Sebagai narasumber kunci Kasubbid Pengawasan BNPT Faizal Yan Aulia dan Direktorat Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Masagung Dewanto, S.E., M.Sc.

Faizal dalam sesinya memberi saran kepada mahasiswa untuk menghadapi radikalisme. Menurut Faizal, kuncinya adalah berpikir kritis. Apa yang terjadi di internet tidak boleh ditelan mentah-mentah.

“Dengan berpikir kritis, pola pikir kita akan terbiasa menghadapi sesuatu yang berbeda, serta mempertanyakan sesuatu yang belum jelas dan tidak menelannya mentah-mentah,” ucap Faizal.

Dewanto dalam sesinya membahas Kesadaran Bela Negara Melalui Peran Aktif Anti-KKN. Ia berharap mahasiswa bisa belajar dan sadar sejak kini resiko-resiko perilaku koruptif di dunia mahasiswa, seperti proposal palsu, suap, penyalahgunaan dana beasiswa, titip absen, mencontek, plagiat, dan masih banyak lagi.

Ditambahkannya, mahasiswa dapat mulai belajar anti-KKN melalui edukasi seperti pendidikan antikorupsi, pembangunan integritas ekosistem pendidikan melalui mendukung habituasi, serta aktif dalam gerakan antikorupsi.

Kontribusi tersebut dicerminkan oleh pemenang juara satu lomba poster dan lomba video, Tim Antakara Bawana. Tim ini mengangkat tema pelestarian Batik di Indonesia atau Tresno Ambhatik, yang berarti cinta membatik.

Menurut mereka, tema tersebut relevan untuk pelestarian batik di kalangan generasi muda Indonesia yang sudah semakin tergerus budaya luar.

Festival Humaniora kali ini memberikan penghargaan kepada 72 kelompok peserta lomba artikel ilmiah, 136 kelompok peserta lomba poster, dan 63 kelompok peserta lomba video. (YI/AW)

Berita terbaru

Agenda

21 Feb Perayaan Imlek Untar
26 Feb Awal Semester Genap TA 2023/2024