Pilih Laman
Tanggung Jawab Arsitek dengan Perubahan Iklim

26 Januari 2022

Oleh: Admin Pusat

Magister Arsitektur jurusan Arsitek dan Perencanaan Fakultas Teknik Untar mengadakan Seri Seminar Putaran Online yang ke-3. Seminar ini dilaksanakan pada Rabu (26/1) dan menetapkan topik “Green Architecture in Facing the Climate Change”. Putaran pertama sudah diadakan selama 8 series selama bulan Juli hingga Agustus 2021. Untuk saat ini bekerjasama langsung dengan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jakarta.

Melalui seminar ini, Kaprodi Magister Arsitektur Untar yaitu Prof. Dr. Dr. Ir. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T. mengatakan bahwa acara ini merupakan putaran seri ketiga, “Pada seri pertama kita berdiri sendiri lalu pada seri kedua dan ketiga bekerjasama dengan IAI Jakarta,“ ujarnya. Melalui sambutannya, Ketua IAI DKI Jakarta yaitu Doti Windajani menyampaikan ajakannya kepada para peserta untuk bersama-sama mengembangkan Jakarta menjadi kota yang lestari. “Karena Jakarta kedepan akan menjadi kota pusat bisnis yang harus bertumbuh dengan pengendalian yg terukur by awareness, design, research yang berkelanjutan. Kita juga perlu terobosan yang produktif dan tepat guna pula.”

Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, I.P.U., ASEAN Eng. dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa seorang arsitek harus sudah tau bagaimana merancang sesuatu yang kemudian akan menghasilkan karya yang luar biasa akan tetapi tetap ramah lingkungan. “Ini merupakan suatu hal yang tidak mudah dalam perjalanan mendesain dan mewujudkannya dalam bentuk karya yang monumental atau menimbulkan kesan yang agung, tapi betul-betul sangat mendukung terhadap situasi alam sekitar kita.” Selain itu, beliau juga menyampaikan permasalahan yang kian ditemui olehnya. “Permasalahan kita di sini adalah banyak karya arsitektur yang akhirnya kurang termanfaatkan, oleh sebab itu saya sering mempertanyakan rencana seperti itu akan seperti apa dan keberlanjutan serta nilai ekonominya akan seperti apa dan jika mangkrak juga akan bagaimana? Karena bagaimanapun suatu karya jika termanfaatkan dengan baik itu akan bernilai tinggi. Oleh karena itu, sebenarnya diskusi saat ini menjadi sangat penting karena disini kita akan berpikir tentang keberlanjutan ini untuk masa mendatang dan tetap bisa dinikmati, tetapi dampaknya selalu positif.”

Seminar yang terbagi menjadi dua sesi ini mengambil tema “Green Building Potentials in Indonesia (Potensi Bangunan Gedung Hijau di Indonesia)” dalam sesi pertamanya. Sesi pertama ini mengundang Anggota Tim Ahli Bangunan Gedung (TAGB) DKI Jakarta yang juga merupakan Dosen Arsitektur Universitas Gadjah Mada yaitu Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D. dalam presentasinya, beliau memaparkan bahwa arsitek harus berubah atau arsitek yang akan diubah karena iklim. “Perubahannya itu tidak hanya bagaimana cara kita mendesain, akan tetapi juga pada pola berpikir kita bahwa apa yang dilakukan oleh dunia itu tidak melulu soal profit uang, akan tetapi juga iklim. Karena kalau tidak, sebetulnya kita yang akan sengsara sendiri. Kita sudah tidak bisa mengelak lagi bahwa kita sebagai manusia itu bertanggung jawab terhadap apa yg terjadi saat ini. Kita sebagai arsitek harus bisa bertanggung jawab atas apa yang kita desain, karena jika kita sebagai arsitek tidak bertindak, maka bangunan yang kita bangun justru akan membebani kota dan lingkungan dimasa depan.”

Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Ketua Badan Pendidikan Pengurus Nasional IAI sekaligus Dosen Arsitektur dan Perencanaan untar yaitu Ar. Suwardana Winata, M.Arch, IAI. yang bertajuk tema “Climate is Changing, So Must The Architect”. Dalam presentasinya, ia menyebutkan bahwa mengapa arsitek harus berfikir tentang climate change atau perubahan iklim “Untuk sekarang,  belum begitu terasa, akan tetapi didalam climate tersebut kita sebetulnya sedang ada perubahan. Di indonesia sendiri sebetulnya problemnya itu adalah kekeringan dan climate change itu membawa dampak kekeringan yang luar biasa. Disini peran arsitek adalah untuk berfikir kembali bagaimana kita merancang bangunan yang harus memenuhi kriteria bernama climate change dan green building ini menjadi satu kesatuan yang penting,” ujarnya. -DW-
-JS-

26 Januari 2022, KS, PKM.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar