Pilih Laman
Apa Jakarta akan Tenggelam?

26 Januari 2022

Oleh: Admin Pusat

Jakarta tenggelam menjadi isu perbincangan yang kian hangat. Jakarta termasuk kota pesisir  yang mengalami penurunan tanah setiap tahunnya dikarenakan adanya kenaikan air laut. Oleh karenanya melalui diskusi ini, diharapkan dapat menjadi diskusi mendalam dan memberikan solusi yang baik untuk Jakarta kedepannya,” ujar Christopher Kevin Sidharta selaku Ketua Panitia “Hybrid Talk and Discussion 2022: Jakarta Tenggelam?”, Rabu (26/1).

Diskusi yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil Untar ini menghadirkan para pakar seperti; Staf Ahli Bidang SDA, Direktorat SDA Kementerian Rakyat Republik Indonesia Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc., Pakar Geoteknik Untar Prof. Ir. Chaidir Anwar Makarim, MSE., Ph.D., Pakar Keairan TUDelft Belanda Prof. Dr. Ir. Matthijs Kok, Dinas Sumber Daya Air Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Ir. Dudi Gardesi Asikin, MUM., sebagai narasumber.

Saat membuka acara, Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, I.P.U., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa, “Untar memiliki kepedulian terhadap persoalan yang ada di sekitar, bukan hanya yang terjadi di kampus saja. Tapi kami terus berusaha untuk berperan serta bagi masyarakat. Dan ini sangat relevan terhadap nilai Untar yaitu “Untar untuk Indonesia”. Sesuai tema, ini8 menjadi suatu diskusi yang menarik, bahwa kita tahu Jakarta merupakan tempat strategis di Indonesia, mari kita berdiskusi lebih dalam membahas persoalan ini sebagai bentuk kepedulian kita bersama,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang SDA, Direktorat SDA Kementerian Rakyat Republik Indonesia Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc., menyampaikan bahwa, permasalahan banjir di Jakarta  merupakan hal umum yang sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini. “Isu dan permasalahan Jakarta banjir adalah sebuah pertanyaan yang sejak lama ada, dan ini juga mungkin dirasakan kota lain. Tentunya ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya hal ini, diantaranya proses geoteknik (pengambilan air tanah berlebihan, konsolidasi alami, pembebanan non alami) dan proses geologi (tektonik)”, ujar beliau.

Pakar Geoteknik Untar Prof. Ir. Chaidir Anwar Makarim, MSE., Ph.D., turut menambahkan melalui hasil penelitian dan pemantauan dari berbagai sumber, banjir dapat terjadi karena satu faktor besar yang mempengaruhi yaitu dari sektor tanah. “Terjadinya banjir diakibatkan karena faktor tanah, contoh tanah merah.  Bisa diartikan bahwa memang tanah di Jakarta cukup buruk dan sudah terjadi penurunan tanah lunak/amat lunak,” jelasnya.

Pakar Keairan TUDelft Belanda Prof. Dr. Ir. Matthijs Kok turut membagikan pengalaman dan pemikirannya melalui paparan materi, beliau menyampaikan terkait tata kelola yang baik sangatlah penting terhadap tanggung jawab pengembangan rencana, untuk implementasi yang sukses. “Tata kelola yang baik sangatlah penting. Selain otoritas yang bertanggung jawab mengembangkan rencana adaptasi untuk implementasi yang sukses, juga perlu dilakukan pemeliharaan kanal yang ada dengan pengerukan, selain yang beroperasi di ibukota. Tentunya diperlukan sumber daya keuangan yang jelas (rencana yang realistis memiliki anggaran yang realistis dan tanggung jawab yang jelas),” jelasnya.

“Fenomena pesisir Jakarta memang sudah terjadi lama, namun ada beberapa sistem pengendalian yang terus diupayakan oleh pemerintah diantaranya peninggian tanggul, upaya adaptasi dan kombinasi antara adaptasi dan mitigasi untuk meminimalkan banjir rob jangka panjang. Diharapkan hal ini dapat terus meminimalkan potensi banjir di Jakarta,” jelas Dinas Sumber Daya Air Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Ir. Dudi Gardesi Asikin, MUM.

Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang akan terjadi, namun kita tentunya bisa berhipotesis melalui penelitian dan karya para peneliti. Keindahan dan keberagaman hal yang ada di Jakarta harus dilestarikan dan dijaga bersama, serta kolaborasi antara pemerintah dan rakyatnya. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk kenyamanan bersama dalam 10 tahun atau beberapa tahun kedepannya. Diharapkan melalui webinar ini, kita menyadari betapa pentingnya terus melestarikan dan menjaga lingkungan bersama. -SS-

-JS-

26 Januari 2022, KS, PKM.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar