Pilih Laman
Berkontribusi Secara Aktif Dan Positif, Wujud Nyata Untar Untuk Indonesia

10 Januari 2022

Oleh: Admin Pusat

Melalui perbincangan yang dilakukan pada hari Senin (10/1) di live stream Youtube Gema Kebijaksanaan, Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, I.P.U., ASEAN Eng. menyampaikan beberapa hal terkait pengalaman pribadi dalam menggapai cita-cita, bagaimana mewujudkan cita-cita pribadi yang sekaligus mewujudkan cita-cita Untar, hingga bagaimana ingin membangun Untar di masa datang.

Dalam perbincangan tersebut, banyak hal positif yang dapat dijadikan pelajaran bagi para pendengar. Kegigihan dan konsistensi dalam berusaha mengubah situasi kehidupan, menjadi sebuah motivasi yang dibagikan.

Tumbuh dengan latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai tenaga pendidik, menginspirasi dirinya menjadi seorang dosen. Menurut beliau dengan menjadi seorang dosen, dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Saya melihat peran dosen atau guru sentral dalam pendidikan karena dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendidikan. Itulah yang mendorong saya untuk terjun sebagai dosen,” ujarnya.

Di samping itu Rektor Untar membagikan pengalamannya pada tahun 2016 ketika pertama kali menjabat sebagai Rektor, banyak kesempatan yang diberikan oleh pimpinan Yayasan Tarumanagara, proses yang dijalani, tantangan yang terjadi, hingga sebuah potensi besar yang ia lihat akan menjadi sebuah peluang bagi Untar untuk bangkit menjadi perguruan tinggi papan atas. Potensi tersebut dibuktikan dengan pemeringkatan yang dialami Untar pada tahun 2020, di mana Untar berada di peringkat 31 perguruan tinggi terbaik tingkat nasional dan peringkat 7 terbaik perguruan tinggi swasta.

Strategi yang dilakukan dalam meraih peningkatan tersebut diungkapkan Rektor Untar pada  perbincangan tersebut. Strategi pertama berkaitan dengan keteladanan pemimpin, di mana ia sebagai rektor juga melakukan aktivitas yang sama dengan para dosen dan menjadi teladan bagi para dosen. “Jadi keteladanan, menurut saya penting dalam pengelolaan suatu institusi termasuk  perguruan tinggi,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan cerita bagaimana Untar membangun sistem yang memudahkan aktivitas para sivitas akademik Untar, baik dosen dalam pekerjaan dan mahasiswa dalam pembelajaran. “Masa sekarang Untar sudah berbasis teknologi informasi, paperless sudah dimana-mana, dari proses pembelajaran, surat-menyurat, administrasi, keuangan, proses-proses bimbingan mahasiswa, hingga seleksi mahasiswa baru S1, S2, S3, profesi bisa dilakukan semuanya dengan berbasis teknologi informasi, tidak lagi ada manual,” ungkapnya.

Strategi ketiga yang harus dilakukan menurut beliau adalah melakukan penjaminan mutu secara konsisten, terkait dengan apa yang Untar bisa berikan kepada masyarakat. “Saya kira harus dilakukan secara konsisten penjaminan mutu ini,” tambahnya.

Hal keempat yang akan terus dilakukan Untar adalah melakukan perbaikan secara berkelanjutan, sehingga kedepannya akan selalu menghadirkan inovasi dan terobosan baru, yang meminimalisir rasa bosan yang juga bertujuan untuk menarik perhatian dan mendapatkan kepercayaan dari publik.

Tidak hanya menyampaikan strategi-strategi yang dilakukan, dalam perbincangan dengan moderator Gema Kebijaksanaan yaitu Harry Susanto, Rektor Untar mengungkapkan apa yang ingin dibangun untuk Untar ke depan. HUT Untar ke-60 pada tahun 2019 adalah momen yang menginisiasi tagline “Untar Untuk Indonesia”, ia dan timnya merasa bahwa pekerjaan, prestasi dan potensi besar yang dimiliki Untar akan lebih bermanfaat jika Untar dapat mendistribusikannya secara nasional, tidak hanya untuk Untar saja, tapi juga untuk Indonesia.

Sejak saat itu banyak sekali aktivitas yang dilakukan dalam rangka berkontribusi untuk masyarakat, melakukan kolaborasi dengan dunia industri, dunia bisnis, dan pemerintah daerah, sekolah, serta perguruan tinggi lain. “Itu kami lakukan dengan berbagai kegiatan, misalnya Untar untuk UMKM, Untar peduli, pembinaan siswa, pembinaan mahasiswa, bahkan pembinaan perguruan tinggi,” paparnya. Untar sangat banyak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sesuai kebutuhan pemerintah daerah guna berkontribusi secara lebih nyata.

Dalam mewujudkan “Untar untuk Indonesia” rektor mengungkapkan bahwa Untar akan berkontribusi secara aktif dan positif dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas, seperti terjun langsung ke masyarakat, berbagi dengan masyarakat dan juga mencari solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa cita-cita semua sivitas akademik Untar adalah meningkatkan kontribusi positif dalam masyarakat. “Oleh karena itu cita-cita saya dan kami semua di Untar, bagaimana kami terus bisa meningkatkan kontribusi positif di banyak aktivitas  masyarakat, melalui berbagai kegiatan yang ada di Untar dan potensi yang kami miliki, kami akan berusaha  menyumbangkan apa yang kami bisa kepada masyarakat,” ujar rektor.

Sebagai penutup Rektor Untar menyampaikan beberapa pesan bagi para pendengar yang hadir. Pertama, hadirin khususnya anak muda harus memiliki mimpi dan jangan cepat merasa puas, agar para pendengar dapat berkontribusi lebih positif dalam kehidupannya. Selanjutnya, rektor mengajak audience untuk membangun kolaborasi dan relasi yang baik dengan semua orang, agar kelak dapat saling membantu. Terakhir, menurut rektor mengendalikan diri dari penyebaran hoax atau perkataan yang merugikan diri sendiri dan orang lain adalah hal yang penting untuk dilakukan, dengan tujuan kehidupan para pendengar dapat berjalan dengan penuh sukacita, kebahagiaan dan keharmonisan.

“Segala sesuatu yang kita usahakan sekarang tentu akan kita peroleh di kehidupan yang lebih baik karena segala sesuatu akan indah pada waktunya.” tutupnya. -DN-

-JS

10 Januari 2022, KS, PKM.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar