
Kegiatan yang merupakan implementasi Program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (MBKM) yang digagas oleh Untar adalah kegiatan Tridharma, yang akan baik sekali jika melibatkan para praktisi sesuai bidangnya untuk berkontribusi di kampus. Hal ini dapat memberikan nilai akreditasi bagi kampus. “Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat membantu dosen-dosen di seluruh Indonesia untuk memenuhi kegiatan Tridharma-nya,” ucap Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng.

Dalam pemaparannya, Rektor Untar yang juga adalah Ketua Umum IKDKI Pusat, menyatakan bahwa RPW merupakan suatu nilai budaya yang tinggi dan perlu dipahami bahwa harus memiliki nilai jual yang bukan hanya mengenai esensi bangunan. “RPW memberikan banyak nilai bagi pembelinya seperti nilai manfaat, kebanggaan, serta berkat dan kebahagiaan yang dipeeoleh melalui rumah RPW tersebut. Selain untuk pembeli, RPW juga bernilai tinggi bagi akademisi karena dapat digunakan sebagai ujung tombak proses pembelajaran yang dapat diambil dari bidang arsitektur, konstruksi, ekonomi, marketing dan lainnya.” Rektor Untar berharap agar setiap peserta webinar dapat mulai mencintai Budaya Indonesia, Budaya Adiluhung.
Turut mengundang narasumber dari para praktisi handal dalam bidangnya yang memberikan pandangan dari berbagai sektor keilmuan antara lain sektor pendapatan pemerintah, konteks budaya, gaya arsitektur dan sisi manfaat ekonomis yaitu Walikota Tomohon Sulawesi Utara Carroll. J. A. Senduk, S.H, Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) Sulawesi Utara juga Doktor Antropologi tamatan Rijks University of Leiden Belanda yang juga merupakan Peneliti dan Budayawan Minahasa – Maluku Dr. Ricardo Renwarin dan Doktor Arsitektur yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bid. Kemahasiswaan, Inovasi dan Kemitraan, Universitas Kristen Maranatha Bandung Jawa Barat Krismanto Kusbiantoro, S.T, M.T. -SA-
-JS-
28 Oktober 2021, PKM, KS.

