Pilih Laman
Berbeda tapi Keren, Menyatukan Perbedaan dengan Belajar Bahasa Isyarat

18 Oktober 2021

Oleh: Admin Pusat

Sabtu, 16 Oktober 2021, salah satu kelas pada mata kuliah Pengabdian Bidang Komunikasi melaksanakan kegiatan kampanye, webinar, dan workshop “Diff.erent: Berbeda tapi Keren” yang bertujuan untuk mengenal lebih dekat teman tuli melalui pembelajaran bahasa Isyarat.

Webinar bahasa isyarat ini mengundang narasumber yaitu Bagja Prawira selaku Chief Brand Officer Silang untuk mengenalkan Silang, berbagi ilmu tentang perbedaan Tuli dan Tunarungu, serta budaya tuli kepada 95 peserta yang hadir.

“Tunarungu adalah perspektif dari dokter karena biasanya dokter melihat adanya masalah seperti tidak bisa mendengar suara, artinya ada yang rusak dari telinga orang tersebut. Sedangkan, tuli merupakan perspektif sosial budaya, sebutan tuli bukanlah sebuah ejekan atau hinaan, alasannya adalah karena tuli merupakan identitas sosial seseorang,” kata Bagja Prawira.

Selain belajar materi tentang bahasa isyarat, para peserta juga antusias dalam mempraktikkan langsung bagaimana penggunaan bahasa isyarat. “Harapan untuk para peserta yang mengikuti webinar dan workshop ini adalah agar lebih banyak orang yang menganggap BISINDO itu skill dan sangat dipakai untuk membantu dan bersosialisasi dengan para teman tuli lainnya,” ucap Flavia Katarina, salah satu peserta webinar dan workshop.

“Saya berharap agar Fikom Untar dapat membuka mata kuliah bahasa isyarat. Saya juga berharap teman-teman bisa dan mau belajar BISINDO, alasannya karena masih kurangnya orang yang tertarik untuk belajar BISINDO,” tutup Bagja Prawira. (VY)

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM