Pilih Laman
Melampaui Ekologi Menuju Arsitektur untuk Kebaikan dan Kehidupan

31 Juli 2021

Oleh: Humas UNTAR

Program Studi Sarjana Arsitektur Untar mempersembahkan pameran 25 karya tugas akhir terbaik dari Studio Perancangan Arsitektur 8 (Tugas Akhir) ke-31, PUBLIC EXPOSE 8.31 yang secara rutin dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun dikarenakan situasi pandemi Covid-19, pameran  dilaksanakan secara daring dengan tujuan dapat mencapai khalayak publik yang lebih luas lagi.

Kebijakan Study From Home yang telah dilaksanakan semenjak 2020 akibat pandemik Covid-19 membuat mahasiswa dan dosen arsitektur Untar pun perlu beradaptasi dalam kegiatan pembelajaran dan studio menjadi daring.

Studio Perancangan Arsitektur (STUPA) ke-8 adalah studio perancangan arsitektur terakhir di Program Studi Sarjana Arsitektur Untar. Studio Perancangan Arsitektur merupakan pembelajaran berbasis studio yang dilakukan selama satu semester dan merupakan inti utama dari program arsitektur. Pembelajaran studio ini memiliki fokus kepada proses dan cara pikir mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan arsitektural yang dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi standar profesional. Serta menunjukkan kemampuan mahasiswa secara komprehensif, berintegritas, dan profesional.

Studio Perancangan Arsitektur ke-8 pada kali ini bertemakan “Melampaui Ekologi Menuju Arsitektur untuk Kebaikan dan Kehidupan” / “Beyond Ecology Towards Architecture for Goodness and Life” dan dipilih 25 karya terbaik  dari 134 karya untuk dimasukkan pada pameran PUBLIC EXPOSE 8.31 yang dikarenakan menampilkan berbagai proyek arsitektur yang menarik dengan karakter, narasi, pendekatan, dan skala yang berbeda.

Beyond Ecology Towards Architecture for Goodness and Life

Arsitektur ‘Beyond’ Ecology adalah kemampuan melihat lingkungan binaan yang penuh dengan objek ekosistem dan bangunan yang dirancang harus sebagai ‘rumah’ – ‘oikos’ bagi manusia di bumi. Rentang keterbacaan arsitektur sebagai `oikos` menggemakan spektrum keruangan yang mudah dipahami dalam citra dan gunanya. Akan ada cara konsumsi baru tentang konsep keruangan, lebih lokal dalam hal konten dan lebih memperhatikan produksi budaya daripada hanya konsumsi budaya. Pada dasarnya, kemajuan teknologi akan dipercepat. Ruang menjadi begitu ‘fleksibel’ dan ‘mengambang’ dan akan terus mencari jawaban terhadap perubahan ekosistem yang sedang berlangsung.

Pada pameran ini, setiap karya berusaha mengangkat isu ekologi yang diamati dan diimplementasikan dalam bentuk rancangan arsitektur. Setiap karya menceritakan bagaimana arsitektur berperan dalam isu ekologi yang ada pada masa lalu, sekarang ini, maupun yang akan terjadi ke depannya dengan tujuan untuk kebaikan dan kehidupan.

Berikut merupakan daftar 25 nama mahasiswa/I beserta judul karyanya yang akan dipamerkan di PUBLIC EXPOSE 8.31

  • Robert Halim, Pusat Eduwisata Tentang Hutan Tropis di Kabil, Batam
  • M. Dzamarsyach D, Griya Mode Berkelanjutan di Kota Bekasi – Sustainable Fashion Hub at Bekasi
  • Chelsea Taurusia Chandra, Asmaraloka: Sebuah Personalitas Hidup
  • Editha Santika, DERANA: Ruang Pemulihan Depresi di Masa dan Pascapandemi
  • Joshua Keefe, TANA MODO: Konservasi Habitat Komodo di Pulau Komodo
  • Stenlie Dharma Putra, KABONG KAENG: Tipologi Baru Hunian Ekologis Suku Asmat
  • Aldo Linardi, HIVE CITY: Konservasi dan Wisata pada Kawasan Kecamatan Cileungsi Bogor
  • Junita Delphin, Semerbak Harum Sang Kusuma
  • Canggita Lusya, Forest Tour in Dayak Kanayatn Village
  • Glenn Geraldi, Inside Out: Ruang Rekreasi Kebugaran Sawangan
  • Steffi Setiawan, Pusat Pemanfaatan dan Konservasi Tailing Kuto Panji
  • Jihan Nurmaulida, Normal Living: Rumah Kerja Kursi Roda
  • Silvia, Gree-Co: Redesain Rumah Susun Kebon Kacang
  • Efraim Jusuf, Karatak Parak-Kayu: Reboisasi dan Pengawasan Hutan Bekas Terbakar
  • Nadia Erica, Rumah Relung Rimba: Koeksistensi manusia dan Orangutan di Samboja Lestari, Kalimantan Timur
  • Kevin Joshua Adiyanto Hutagaol, LAHIR ALIR HILIR: Pabrik Gasifikasi dan Ruang Rekreasi Sungai Citarum Kabupaten Bandung
  • Abigael Mardianto, Lingkungan Adaptif Muara Angke : Pasang-Surut-Tengelam
  • Marcellus Lucky Tanong, Plastic Energy Facility with Urban and Community Contextuality
  • Andrea Murdiono, Future Oriented Microalgae Cultivation for Cosmetic Industry
  • Merry Suryani, Sustainable Vertical Cattle House
  • Ryan Hartadi Hiumawan, Kampung Susun Nelayan dan Pasar Ikan, Kalibaru, Cilincing
  • Octaviany, Neo-Kajang: Tipologi Baru Pemukiman Ekologis Suku Laut
  • Bobby Febrian, SCBD Urban Prairie: Biotop dan Pusat Jajanan sebagai Generator Bioenergi
  • Juan Vinandy, Psychological Care Centre for Workers in Noisy Area – JABABEKA
  • Christina Ferlenthya Puwardi, Khanah Kufu: Fasilitas Pengolahan Sampah Plastik di Bantar Gebang, Jawa Barat

Pameran virtual dan Penjurian terbuka PUBLIC EXPOSE 8.31 dibuka untuk umum pada 29 Juli 2021 dan penjurian pada tanggal 31 Juri yang dijurikan oleh:

Juri:

– Ed Baker (Director and Urban Designer at Broadway Malyan)

– Alvin Triestanto (Lead Architect at Zaha Hadid Architects)

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui:

Email: pe.ars.untar831@gmail.com

Instagram: https://www.instagram.com/pe.ars.untar/

Youtube: Public Expose 8.31 Universitas Tarumanagara

Website: www.pearsuntar831.com

-TBJ-

-JS-

31 Juli 2021, LIT, KS, PKM.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar