Pilih Laman
Doktor Teknik Sipil ke-50 Untar

21 Juli 2021

Oleh: Humas UNTAR

Telaah Perilaku Dinamik Pelat Akibat Beban Ledakan FriedLander yang Dimodelkan Sebagai Persamaan Polinomial, Haryo Koco Buwono meraih gelar Doktor Teknik Sipil Untar, setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada hari Rabu (21/7).

Ujian Disertasi Terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, menghadirkan Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D. sebagai promotor utama, Dr. Ir. Najid, MT. sebagai promotor pendamping, Ir. Made Suangga, MT., D.Eng. sebagai anggota penguji (internal), Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ph.D. sebagai anggota penguji (internal), dan Prof. Dr.-Ing, Ir. Herman Parung, M.Eng. sebagai anggota penguji (eksternal).

Mengawali presentasi dengan memaparkan tujuan penelitian, salah satunya adalah mendapatkan modifikasi persamaan ledakan pada analisis satu satuan menggunakan persamaan polinomial orde tertentu dan mendapatkan perilaku-perilaku dinamik lainnya.

“Manfaat yang diharapkan adalah dapat menganalisis perilaku dinamik pelat lantai dengan waktu perhitungan lebih cepat, dan perilaku pelat akibat beban dinamik ledakan menggunakan persamaan polinomial dapat diketahui dari besaran lendutan, tegangan, geser, dan faktor durasi akibat beban ledakan. Sedangkan perilaku dinamik pelat lantai dapat diketahui dari keberadaan pengaku dan tumpuan partial fixity pada pelat,” jelasnya.

Haryo K. Buwono melanjutkan presentasinya dengan menjelaskan Persamaan Gerak Pelat, Kondisi Batas Partial Fixity, serta uji menggunakan Modified Bolotin Method. “Dari uji tersebut akan mendapatkan solusi Levy dari auxiliary 1 dan 2. Dari solusi ini akan didapatkan solusi total dari persamaan gerak pelat.”

Modifikasi persamaan ledakan Friedlander dan modifikasi persamaan ledakan lainnya seperti Fase Positif Linier, Linier Step Triangular, Extended Friedlander, Extender Friedlander dengan Teich C-, Fase Negatif Kubik, Hybrid Granstörm-Friedlander, dan Polinomial Orde 4 Reed yang akan dibuat suatu modifikasi persamaan polinomial, akan diurut sehingga dapat ditemukan yang paling efisien, mudah, dan ideal. “Dari hasil perhitungan, yang dipilih adalah Polinomial Orde 6” jelas Promovendus dalam presentasinya.

Kesimpulan hasil penelitian dikatakan bahwa persamaan polinomial orde 6 memperoleh hasil lebih mendekati persamaan Friedlander dengan faktor kesalahan terkecil dibandingkan hasil polinomial orde 2, 3, 4, 5 dan 7. Persamaan polinomial orde 6 memiliki error terkecil dibanding dengan persamaan sebelumnya, yaitu: negative bilinear, extended Friedlander, extended Friedlander dengan Teich C-, negatif kubik, normatif, linier kubik, dan Reed.

“Persentase lendutan terhadap model 1 lebih besar 6% dibandingkan pada model 3 dan 14% pada model 4, sedangkan pada model 2 adalah lebih kecil 35% untuk semua besaran ledakan. Penambahan tebal pelat dapat mengurangi lendutan akibat beban dinamik ledakan yang lebih besar dibandingkan menambahkan pengaku balok anak,” ucap promovendus.

Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah mendapatkan suatu akurasi pendekatan ledakan yang membutuhkan evaluasi  sangat komprehensif terutama dari material yang digunakan, besaran beban ledakan, maupun pemodelan yang digunakan, “Semakin kompleks pemodelan tentu akan semakin detail, namun perlu dipertimbangkan bahwa semakin detail tentu akan semakin lama dalam proses perhitungan untuk mendapatkan hasil akhir dari sebuah kemampuan konstruksi,” simpul Haryo.

“Indeks Prestasi Kumulatif 4.00 dapat diraih dan dinyatakan lulus Doktor dengan predikat sangat memuaskan. Dr. Haryo Koco Buwono adalah Doktor ke-50 lulusan program studi Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Untar,” ujar Rektor.

Promotor Utama Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pesannya kepada Doktor baru, “Gelar Doktor yang disandang memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, karena gelar tersebut memiliki beban akademik yang berat dan dituntut untuk selalu menghasilkan karya dengan melakukan penelitian yang dapat dimanfaatkan di dunia teknik sipil,” ujar Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana. -NR-

-JS-

21 Juli 2021, LIT, PKM, KS.