Pilih Laman
Mewujudkan Pendidikan Indonesia Berkualitas melalui PTS

8 April 2021

Oleh: Humas UNTAR

Untar ditunjuk sebagai tuan rumah RAPIMNAS ABP-PTSI (Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) 2021. Dihadiri perwakilan pengurus yayasan dan universitas swasta seluruh wilayah di Indonesia, RAPIMNAS tahun ini diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring bersamaan) dengan menghadirkan Dirjen Dikti Kemendikbud Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D. pada Kamis, (8/4).

Sebagai tuan rumah, Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menyambut para peserta RAPIMNAS dengan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam menentukan berbagai keputusan terhadap kemajuan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia agar menghasilkan lulusan berkualitas. “Program yang dilaksanakan PTS memerlukan dukungan penuh dari yayasan. Oleh karenanya perlu ada pembahasan bagaimana yayasan mendukung perguruan tinggi dalam meningkatkan reputasinya. Untuk mencapai prestasi yang unggul, kolaborasi yang baik antara universitas dan pengurus yayasan sangatlah dibutuhkan. Untar selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh perguruan tinggi dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan Indonesia jaya, bukan hanya keunggulan untuk masing-masing perguruan tinggi atau yayasan,” katanya.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana RAPIMNAS 2021, Sekjen ABP-PTSI Prof. Dr. M. Arief, M.M., M.B.A., CPM., mengatakan bahwa salah satu tujuan Rapimnas adalah mengevaluasi program kerja. “Selain mengevaluasi, juga membahas program kerja satu tahun kedepan, mendengarkan masalah yang dihadapi wilayah terkait kebijakan yang sedang atau akan dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Ketua Umum ABP-PTSI Prof. Dr. Thomas Suyatno juga menegaskan bahwa dalam situasi pandemi, tidak ada jalan yang lebih baik selain kolaborasi. Ditegaskan bahwa “Rapimnas merupakan forum tertinggi kedua setelah Musyawarah Nasional (Munas), berhak mengambil keputusan apa saja, kecuali keputusan yang menjadi wewenang Munas, yaitu mengubah anggaran dasar dan memilih pengurus. Hasil Rapimnas selanjutnya akan dibahas bersama Dirjen Dikti.”

Sebelum menyampaikan pemaparannya, Dirjen Dikti Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D. mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran PTS dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di masa pandemi. “Berkat kerja keras seluruh jajaran perguruan tinggi mulai dari Dosen, Ketua Program Studi, Dekan, Rektor, hingga Yayasan, dan penyelenggara perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri, patut disyukuri dan diapresiasi. Hal ini ditunjukkan dengan semangat gotong royong, saling bahu-membahu, dan menguatkan satu sama lain di masa pandemi. Telah terjadi transformasi yang signifikan untuk tetap menyelenggarakan pendidikan dengan segala keterbatasan,” pungkasnya.

Beliau menambahkan bahwa kebijakan pendidikan tinggi berfokus pada dua aspek penting. “Aspek pertama adalah kualitas. Aspek kedua, relevansi yaitu bagaimana memastikan pendidikan tinggi menghasilkan sarjana bukan sekedar memperoleh ijazah, tapi memiliki kompetensi relevan dengan dunia kerja atau lapangan pekerjaan yang mereka ciptakan.

Perluasan akses untuk kuliah sangat penting dalam masa pandemi antara lain dengan diluncurkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Program ini terkait dengan penyesuaian biaya kebutuhan perkuliahan agar mahasiswa yang berada di pelosok dan berekonomi rendah dapat bersaing masuk ke perguruan tinggi berkualitas. Selain itu adalah konsolidasi bagi perguruan tinggi kecil dan sulit berkembang. Di Indonesia terdapat 4.600 PTS dimana separuhnya adalah PTS sulit berkembang. Dengan konsolidasi dapat mendorong perguruan tinggi bergerak maju menjadi besar dan berkualitas. Hal selanjutnya adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Masih banyak yang salah mengartikan, seolah-olah PJJ hanya pembelajaran daring seperti saat ini yang yang cukup membuat materi video di Youtube. Pendidikan bukan hanya tentang mahasiswa mendapatkan ilmu melalui baca buku, melihat Youtube, tetapi lebih dari itu, perlu membangun karakter, etos kerja, kolaborasi, serta berinteraksi dengan teman, dosen, dunia industri, dan lainnya. Hal ini penting dalam menyelenggarakan PJJ yang benar,” pungkasnya mengakhiri pemaparannya. -AS-

-JS-

8 April 2021, KS, PKM.

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM