Pilih Laman
Media dalam Perspektif Keberagaman

5 Maret 2021

Oleh: Admin Pusat

Dengan kemajuan teknologi yang pesat, media informasi dewasa ini membawa berbagai kemudahan bagi dunia jurnalistik di Indonesia. Penyampaian informasi dituntut cepat, tetapi juga sesuai fakta, objektif, dan aktual menjadi tanggungjawab yang harus diemban bagi seorang jurnalis.

Jurnalis dan media membingkai liputan berbagai peristiwa menurut perspektifnya. Tetapi, pembingkaian perspektif atas sebuah isu keberagaman dapat membawa dampak yang berbeda pada setiap golongan, etnis, dan ras masyarakat Indonesia.

Pada 4 Maret 2021, Ahmad Junaidi, S.S., M.Si., Jurnalis Senior dan Direktur SEJUK sekaligus Dosen Fikom Untar menjadi narasumber pada #LiveTalkShowKatolikana​ dengan tema “Media dalam Perspektif Keberagaman.” Acara ini merupakan pertemuan keempat dari program #MerawatKebhinekaan yang diadakan oleh Katolikana.

“Sebagai seorang jurnalis, menurut saya sangat penting untuk mengkampanyekan signifikansi keberagaman dan isu toleransi agar tidak bias. Di SEJUK sendiri juga memberikan pelatihan karena kita melihat bahwa kebanyakan wartawan ketika lulus kuliah tidak dibekali training yang cukup. Kurangnya pelatihan ini bisa menimbulkan kurangnya perspektif keberagaman yang dapat memojokkan minoritas agama, gender, dan lainnya,” ungkap Ahmad Junaidi.

“Penggunaan diksi dan istilah yang memberi kesan viktimisasi korban membuat trauma yang berkepanjangan serta tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik. Internet menimbulkan persaingan yang lebih kompetitif, hingga akhirnya verifikasi berita tidak menjadi prioritas. Padahal proses ini membawa peran penting dalam sebuah berita,” tutupnya. (CA)

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM