Pilih Laman
Vaksinasi Covid-19, bahayakah?

20 Februari 2021

Oleh: Humas UNTAR

Covid-19 memang benar ada dan sudah banyak sekali morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkan, dan dunia kini telah menemukan vaksin yang dapat membantu pulihnya kesehatan dan perekonomian dunia. Oleh karenanya, dengan banyaknya vaksin yang bermunculan baru-baru ini maka Fakultas Kedokteran (FK) Untar bersama Keluarga Medis Alumni Fakultas Kedokteran Untar menyelenggarakan seminar daring dengan topik “Covid-19 Vaccination” pada Sabtu (20/2). Seminar ini mengundang dua narasumber yaitu Dosen FK Untar dr. Velma Herwanto, PhD, SpPD., dan Alumnus FK Untar Tommy Setiawan, M.D., M.S., M.Sc., yang dimoderatori oleh dr. Lydia Tan, SpPD, FINASIM.

Sesi dimulai dengan narasumber mengangkat topik tentang “Covid-19: Update on Treatment and Prevention” yang dibawakan dr. Velma Herwanto, PhD, SpPD. Narasumber membahas Covid-19 dari awal mula hingga saat ini, spektrum klinis Covid-19 menurut WHO Clinical Progression Scale, Tatalaksana Covid-19, Prinsip Tatalaksana Pasien Covid-19 Rawat Jalan, Penilaian Pasien Covid-19 Rawat Jalan, Kriteria Admisi UGD dan Perawatan, Terapi Spesifik Pasien Covid-19 Rawat Jalan (Antibodi Monoklonal, High-Titer Convalescent Plasma), Terapi Simtomatik (Asetaminofen, NSAID, Batuk, Banyak minum, Istirahat), Terapi Empirik Pasien Covid-19 Rawat Inap (Dexamethasone, Remdesivir, Baricitinib,IL-6 Pathway Inhibitors, Terapi Plasma Konvalesen, dll), Terapi Empirik Pasien Covid-19 Rawat Inap, Pencegahan Tromboemboli Vena, dan juga pencegahan infeksi Covid-19. “Cara untuk mencegah Covid-19 adalah dengan rutin mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, menutup batuk atau bersin dengan tisu, rajin membersihkan permukaan atau barang barang dengan desinfektan, hindari kontak dekat dengan orang yang sakit, dan tetap berada dirumah jika sedang sakit kecuali untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar dr. Velma.

Selanjutnya sesi dibawakan oleh dr. Tommy, beliau membahas kelebihan serta kekurangan vaksin, dan cara kerja vaksin Covid-19 yang telah beredar  jenis Whole Virus Vaccines yaitu Sinovac dan Coronavac. “Keuntungannya adalah efikasinya 65.3 persen, mudah diproduksi, mudah disimpan, mudah di transportasi, reaksi imun cepat yaitu 7-14 hari,  untuk usia 18-59 tahun, dan Coronavac untuk usia diatas 60 tahun.  Vaksin ini boleh untuk comorbid yang terkontrol, adapun kerugiannya adalah tidak bisa diberikan bagi yang memiliki comorbid , misalnya hipertensi lebih dari 180/110, penyakit jantung koroner, penyakit paru, TBC, asthma, penyakit autoimun seperti rheumatoid dan lupus, cancer, wanita hamil, serta penyakit hypo atau hyperthyroid,” jelas dr. Tommy.

“Coronavac adalah vaksin dari China, digunakan di Indonesia untuk orang diatas 60 tahun. Vaksin yang memiliki isi virus utuh inaktif, menurut clinical trial-nya, dikatakan 100% efektif mencegah perawatan di rumah sakit dan mencegah angka kematian Covid-19. 83.7% efektif menghindari kasus yang membutuhkan perawatan medis, dan 50.65% efektif dalam menjauhkan dari infeksi corona,” tambahnya.

Selain Whole Virus Vaccines, dr. Tommy juga membahas perbedaan, efek samping dan cara kerja vaksin jenis Nucleic Acid Covid-19 Vaccines (vaksin yang memakai mRNA untuk memicu reaksi immune untuk membentuk antibodi terhadap virus) yaitu Pfizer, Moderna, dan Curevac, juga membahas dalam Vector Based Vaccines (vaksin yang memakai adenovirus yang tidak berbahaya sebagai vektor yang membawa antigen virus untuk memicu reaksi imun membentuk antibodi terhadap SARS-CoV 2) yaitu Johnson and Johnson, AstraZeneca, Sputnik V. Juga membahas Protein Subunit Vaccine (vaksin yang memakai fragment protein subunit untuk menstimulasi reaksi imun) yaitu Novavax.

“Sebagai summary-nya efikasi Covid-19 vaccines: Sinovac 65.3% (INA), 50.4% (BRA), 78% (Butatan), 91.25% (TUR), Corona Vac 50%, Covexin 60%, Pfizer 95%, Moderna 94.5%, J&J 72%, Astrazeneca 70,4%, Sputnik V 91.6%, Novavax 90%, Curevac (uji klinik). Jadi vaksin Covid-19 yang sudah aman adalah Sinovac untuk 18-59 tahun, CoronaVac boleh untuk lebih dari 60 tahun, Pfizer 16-lebih dari 65 tahun, Moderna 18-lebih dari 65 tahun, J&J 18-55 tahun, Novavax 18-84 tahun, dan Astrazeneca untuk 18-65 tahun. Jadi semua vaksin adalah aman dan hampir tidak ada efek samping yang membahayakan karena telah melewati uji klinis fase ketiga. Jangan menunda vaksinasi bila tidak ada kontra-indikasi vaksinasi,” simpulnya.

Dalam penutupan acara, Dekan FK Untar, Dr. dr. Meilani Kumala, MS, Sp.GK (K) menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, “Terima kasih kepada para pembicara, partisipan, dan panitia. Semoga diskusi hari ini sangat menarik serta membuka wawasan. Saya harapkan para peserta dapat ikut kembali dalam seminar online di waktu mendatang,” ujarnya. -NR-

-JS-

20 Februari 2021, PKM, KS.

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM