Pilih Laman
Kelvin Hianusa: Mental adalah yang Utama

2 Februari 2021

Oleh: Admin Pusat

Bukan hanya kemampuan untuk menulis, bekerja sebagai jurnalis juga membutuhkan kesiapan mental yang matang untuk memberikan performa terbaik. Inilah yang dirasakan oleh Kelvin Hianusa, lulusan Fikom Untar tahun 2016 yang kini bekerja sebagai wartawan Harian Kompas.

“Mental adalah yang paling utama. Kerja dengan kuliah beda dalam segi profesionalitasnya. Kalau di kuliah, kita tidak membuat tugas mungkin masih bisa menyusul. Tapi kalau kerja, apalagi di dunia jurnalistik, kita harus total,” ungkapnya. “Misalnya, dapat penugasan meliput kebakaran tengah malam pas kita sudah pulang ke rumah, atau ditugaskan meliput bencana alam di luar kota saat hari libur. Kalau mental belum siap, ini bisa repot.”

Meskipun mental adalah aspek yang penting, menurut Kelvin tantangan paling besar dalam menjadi jurnalis adalah kejenuhan. “Kita harus membuat berita setiap hari dengan tema atau topik yang kadang berulang. Contoh saja, berita saat pandemi kan tidak jauh-jauh dari korban meninggal dan penanganan pemerintah. Di kondisi ini, kita harus pintar mencari sisi baru. Tentunya perlu kreativitas lebih. Jangan sampai masuk ke fase kerja hanya untuk mencapai target, karena pasti berdampak ke kualitas hasil kerjanya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan pentingnya bagi mahasiswa-mahasiswi untuk mencoba bergabung dalam kegiatan organisasi semasa kuliah. “Pengalaman ini memberikan kita gambaran bagaimana dunia kerja dalam versi kecil,” ujar Kelvin yang dulu pernah menjadi bagian dari Oranye dan BEM Fikom Untar. “Dari organisasi, kita belajar untuk bisa kerja sama dan kompromi. Hal ini dibutuhkan karena lingkungan kerja nanti tidak bisa selalu memuaskan ego kita.”

Mengenai peluang masa depan berkarir di media, Kelvin menyarankan calon-calon jurnalis untuk memperkaya kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan industri. “Media konvensional memang sedang bertarung dalam perubahan zaman. Namun, selama orang masih butuh berita yang kredibel, yang bisa jadi jawaban di tengah maraknya hoaks, media pasti masih punya masa depan. Tinggal bagaimana nanti masing-masing media beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sebagai orang yang bekerja atau ingin berada dalam industri media, kita hanya bisa memperkaya kemampuan, untuk bisa bertahan kalau industrinya berubah,” ujarnya.

Bagi mahasiswa-mahasiswi Fikom Untar, Kelvin berpesan untuk tetap bersemangat baik dalam perkuliahan dan pergaulan, serta terus mengejar cita-cita. “Kalau punya cita-cita menjadi profesi tertentu, terus kejar. Tetapi jangan putus asa kalau misalnya nanti dapat kerja tidak sesuai bidang kuliah. Pengalaman di Fikom pasti berguna di mana pun kita berkarier nanti,” tandasnya. (AC)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar