Pilih Laman
Berkarya saat Berkuliah Versi Reza Ramadhan

2 November 2020

Oleh: Admin Pusat

“Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan, namun merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan.” -Najwa Shihab, Co-Founder Narasi dan Pembawa Acara Mata Najwa

Jangan lewatkan masa perkuliahan dengan tidak maksimal! Masa perkuliahan yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal tidak akan membawa perubahan dan akhirnya tidak memaksimalkan potensi yang dimiliki diri. Saat ini, berkuliah S1 sudah menjadi standar pendidikan terendah. Hampir semua lowongan di dunia kerja sekarang menggunakan standar minimal ijazah sarjana atau setidaknya diploma dan itupun lulusannya saja sudah banyak.

Alumni Fikom Untar yang kini sudah menjadi Field Producer CNN Indonesia, Reza Ramadan berkata, “Kuliah adalah masa-masa terbaik di kehidupan kalian. Bertemanlah dengan banyak orang karena 60 persen teman-teman kamu saat ini adalah relasi di masa depan. Explore kegemaran atau hobi kalian di masa muda, lakukan yang bisa menghasilkan output.”

“Kini setiap orang dituntut untuk bisa multi-tasking dan menguasai beberapa bidang. Hal ini tak lepas dari efisiensi dan perkembangan teknologi ya. Misal Jurnalis Cetak tak hanya bisa menulis tapi juga akan dicari yang bisa fotografi agar efisien saat melakukan peliputan.”

“Jurnalis online juga sekarang dituntut bisa mengirimkan gambar dan video bahkan melaporkan layaknya seorang Jurnalis TV. Begitupun di broadcasting, Reporter TV diharapkan bisa juga membawa kamera, cameraman pun diharapkan bisa menguasai drone, underwater, editing, dan lain-lain. Jadi belajar lah semua hal,” lanjutnya.

Selain itu, Reza juga berbagi skill yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa Fikom yang ingin menjadi seorang Jurnalis. “Pertama bahasa inggris, untuk mendapatkan opportunity yang lebih besar. Kedua, buat portfolio karena perusahaan media hanya menjadikan IPK untuk mengerucutkan pencari kerja, misalnya persyaratan S1 dan IPK 3, kalau tidak dipatok standar, pelamar akan banyak.”

“Selain itu, selama kuliah bagi yang suka nulis bisa bikin tulisan di blog atau mengirimkan ke media-media, yang suka fotografi atau video bisa taruh di Youtube atau Instagram, yang suka tampil di publik kalian bisa melakukan di Youtube seperti bikin vlog atau apapun, yang penting yang kalian lakukan ada output,” tutupnya. (CA)