Pilih Laman
Fikom Untar: Generasi Muda untuk Indonesia

29 Oktober 2020

Oleh: Admin Pusat

  

 

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” ucap Ir. Soekarno, sang proklamator. 92 tahun yang lalu, para pemuda berkumpul dalam sebuah kongres yang melahirkan sebuah gagasan yang mengubah masa depan Indonesia selama-lamanya. Ya, dalam Kongres Pemuda II lahirlah Sumpah Pemuda yang kita kenal sampai sekarang ini.

Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa dengan adanya persatuan antara pemuda-pemuda Indonesia, mereka dapat menghimpun kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Semangat inilah yang diteruskan ke generasi-generasi selanjutnya, tidak terkecuali mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara.

Sebagai bagian dari generasi muda, mereka mengungkapkan cita-cita mereka untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. “Kalau aku lebih fokus ke masyarakatnya sih, aku mau bantu masyarakat Indonesia dengan cara membuka lapangan kerja untuk mereka supaya mereka bisa terus mencari nafkah dan menghidupi keluarganya, karena aku tahu sekarang cari kerja itu susah banget,” ujar Very Yovelin, yang kini sedang mengambil peminatan advertising. “Lebih mengembangkan entrepreneurship aku juga,” tambahnya.

Sedangkan Aldi mengutarakan benaknya tentang menjunjung demokrasi setinggi-tingginya. “Sebagai generasi muda, saya ingin menjunjung setinggi-tingginya demokrasi, sehingga menciptakan Indonesia yang bermartabat dan gemilang di masa sekarang dan masa yang akan datang,” ungkap Aldi yang kini juga aktif mengikuti kegiatan organisasi di Fikom Untar.

Tidak hanya entrepreneurship dan menjunjung demokrasi, Bagas menyampaikan beberapa rencananya untuk berkontribusi untuk membangun Indonesia. “Contohnya seperti jadi relawan sosial di tempat-tempat terpencil, mengembangkan desa yang masih tertinggal teknologinya,” cerita Bagas. Ia juga berkeinginan untuk mengembangkan minat baca masyarakat Indonesia. “Yang aku tahu, Indonesia itu peringkat 60 dari 61 negara. Minat bacanya minim sekali, aku ingin mengubah itu semua. Intinya, aku ingin jadi orang yang membawa pengaruh baik buat Indonesia,” pungkasnya.

Selain ketiga mahasiswa di atas, Veronica Purbawijaya, Fajar Hermawan, dan Elysia juga menambahkan pada gambar di bawah ini.

  

Bagaimana denganmu? Apa yang kamu ingin lakukan untuk bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia?

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM