Pilih Laman
Belajar Jurnalisme, Bukan Berarti Menjadi Wartawan Saja

29 Agustus 2020

Oleh: Admin Pusat

“Tidak ada pekerjaan yang lebih menantang dan seru daripada jadi wartawan. Selalu saja ada berita menarik untuk diliput dan itu yang membuat pekerjaan jurnalis menantang. Bagaimana cara kita memilih dan memilah informasi, jurnalis harus mempunyai kemampuan untuk kritis dan mau belajar,” ujar Najwa Shihab. Menjadi wartawan, tanpa dipungkiri secara tidak langsung menjadi saksi sejarah, karena meliput berbagai peristiwa penting dan memberitakan kepada masyarakat luas agar informasi tersebar serta berharap mereka mendapatkan manfaat dari informasi tersebut.

Bapak Dr. (Can) Gafar Yoedtadi, M.Si memaparkan materi perkenalan penjurusan Jurnalistik kepada para mahasiswa baru Angkatan 2020 pada acara PMB Fikom Untar. Melalui kesempatan ini, ia menegaskan bahwa mempelajari jurnalistik bukan hanya untuk menjadi seorang wartawan, tetapi mendidik sikap independen, berlaku netral, selalu akurat, berniat jujur, dan berperilaku benar.

Mojo atau kepanjangannya Mobile Journalism merupakan istilah yang muncul akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat. “Masyarakat, berkat internet dan media sosial, secara tidak langsung menjadi jurnalis independen karena medium penyampaiannya yang berkembang pula. Sekarang ini cara deliver informasi bermacam-macam, seperti melalui infografis, animasi, video, dan lainnya. Tetapi dark side dari perkembangan ini adalah berkembangnya hoaks. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam melihat dan mencerna berbagai informasi yang berputar di dunia media sosial dan internet,” kata Pak Gafar. (CA)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar