Pilih Laman
Kampus Merdeka sebagai Implementasi IPE

21 Agustus 2020

Oleh: Humas UNTAR

Menyambut Semester Ganjil yang akan dimulai akhir Agustus 2020 ini, Untar kembali mengadakan Students and Parents Meeting dalam rangka persiapan perkuliahan bagi mahasiswa baru secara daring, Jumat (21/8).

Acara diisi dengan paparan dari Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan yang membahas informasi umum seputar Untar dan pengaplikasian kebijakan Kampus Merdeka di periode akademik mendatang.

“UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 mengatur tentang tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” ujar Rektor.

Kebijakan Kampus Merdeka yang akan diberlakukan di Untar selain pembelajaran dilaksanakan secara blended learning atau kombinasi daring dan luring, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas prodi yang dapat memperkaya wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan Industri 4.0. Perubahan desain proses belajar, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri menjadi suatu sistem perkuliahan yang perlu diperhatikan dalam implementasi Kampus Merdeka. Mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak, berpartisipasi aktif dalam penelitian dosen membuat mahasiswa terasah logika berpikir ilmiahnya, melatih integritas, profesionalitas, dan kemampuan entrepreneurship merupakan nilai-nilai yang harus dikembangkan untuk menjadi ciri khas Untar.

“Integritas membahas attitude atau sikap, profesionalitas terkait knowledge skill, dan entrepreneur mengasah kemampuan berpikir menjadi entrepreneur sukses di berbagai bidang,” tutur Rektor.

Melalui kebijakan ini, mahasiswa dituntut aktif berorganisasi serta berkegiatan sosial sehingga tidak hanya memiliki hard skill, tapi juga memiliki soft skill. Pendidikan kampus harus mengajarkan pendidikan karakter agar mahasiswa dapat berperilaku positif dengan tulus dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kebijakan Kampus Merdeka di Untar dilaksanakan melalui banyak hal, seperti memberikan pengakuan kepada prestasi mahasiswa yang relevan dengan pengembangan profesional dan entrepreneurial yang dikonversi menjadi SKS mata kuliah, serta mengarahkan tugas akhir berbasis inovasi perancangan industri, kebutuhan dunia industri, dan profesional,” tutup Rektor.

Pada kesempatan yang sama, beberapa mahasiswa Untar membagikan kesan terkait pengalaman, perkuliahan, dan capaian mereka di hadapan orang tua dan calon mahasiswa.

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain (DKV FSRD) Patrick mengatakan bahwa perkuliahan di Untar berkualitas. “Berkuliah di untar adalah pilihan terbaik untuk yang ingin memantapkan ilmu dasar di perkuliahan melalui program terapan seperti magang, student exchange, dan berorganisasi,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Alvin membagikan pengalamannya terkait internasionalisasi di Untar. “Untar terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai institusi, baik nasional maupun internasional, sehingga mahasiswa Untar memiliki kesempatan  mengikuti program seperti magang di luar negeri atau student exchange,” ujar peserta Student Exchange Programme, Faculty of Law University of Malaya 2019 tersebut.

Pemenang juara ke-tiga China’s Got Talent Esther Helen turut hadir secara daring untuk menceritakan proses menuju capaian tersebut. “Ketika saya mendapat pengumuman untuk mengikuti China’s Got Talent, saya langsung meminta izin ke Fakultas.  Dukungan yang diberikan tak sia-sia, akhirnya dapat meraih juara ke-tiga. Hingga kini, Untar mengakui prestasi ini, meskipun tergolong prestasi nonakademik,” tutur mahasiswa Fikom angkatan 2018 tersebut. -AW-

-JS-

21 Agustus 2020, PKM, KS.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar