Pilih Laman
Keluar dari Zona Nyaman dengan Kreatif di Rumah

20 Agustus 2020

Oleh: Admin Pusat

“Orang kreatif termotivasi oleh hasrat untuk berprestasi, bukan nafsu untuk mengalahkan orang lain,” kutip Ayn Rand, Penulis dan Filsuf Rusia-Amerika. Sejalan dengan kutipan tersebut, ratusan murid SMA Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengikuti Lomba “Kreatif di Rumah” yang diadakan oleh Fikom Untar. Terlihat sekali dari karya-karya yang dikumpulkan, mereka sangat antusias untuk keluar dari comfort zone dan terus mengasah serta menantang diri dengan mengikuti lomba skala nasional ini. Mengadakan 3 cabang perlombaan, yaitu Poster Digital, Podcast, dan Musikalisasi Puisi, lomba ini juga menghadirkan juri-juri yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

Pada 19 Agustus 2020, selain pengumuman pemenang, mini talkshow juga dilakukan dengan para pembicaranya yaitu Kendra Paramita, Illustrator Cover Muka Majalah Berita Mingguan Tempo; Nigar Pandrianto, Dosen Fikom Untar; Aji Prakoso, Produser dan Penyiar Motion Radio; Farid Rusdi, Dosen Fikom Untar; Clarasia Kiky, Pegiat Sastra; dan Gregorius Genep Sukendro, Dosen Fikom Untar.

Membicarakan poster, Nigar Pandrianto berpendapat, “Perkembangan poster cuma karena berubah di mediumnya. Dulu print, cetak, sekarang digital. Sekarang poster dibuat lebih intim. Memang ada esensi-esensi yang tidak bisa ditinggalkan dari pembuatan poster, terutama di visualnya. Menurut saya dari dulu sampai sekarang cuma beda di mediumnya aja, tapi esensinya masih sama.” Kendra juga setuju dan menambahkan, “Poster dari segi keunggulan bisa menyampaikan info dengan cepat karena lebih mudah dicerna dan menarik perhatian. Esensinya masih sama yaitu “to push the right button” untuk memicu dan menarik perhatian orang lain. Untuk membuat poster yang tepat, ya harus pelajari audiensnya dulu. Harus kenal betul dengan mereka. Dari kebiasaan, kesukaan, hobi, dan lainnya. Dengan begitu posternya bisa lebih tepat sasaran. Setelah dari situ kita bisa eksplor lebih karena koridornya udah jelas.”

Lanjut ke dunia podcast, Marco, MC pada acara di malam itu, bertanya lebih jauh mengenai perjalanan podcast dan cara pembuatan materi podcast yang menarik. Aji menjawab, “Podcast yang menarik itu memiliki karakter yang kuat. Sekarang kebanyakan podcast ngomongin kehidupan. Tapi apa yang menjadi pembedanya itu yang akan memisahkan kita dari podcaster lainnya. Kemudian karakter itu juga yang mendekatkan diri kita dengan pendengar. Kedua, pastinya content.” Farid menambahkan, “Karena podcast tidak bisa terlepas dengan media audio. Jadi jangan lupakan karakter itu. Audio punya sisi personal dan menjadi pengiring multi-tasking. Mempertahankan audiens yang sedikit juga menjadi prestasi bagi para podcaster-nya juga.”

Disambung ke topik musikalisasi puisi, banyak hal menarik yang disampaikan oleh Clarasia Kiky dan Gregorius Genep Sukendro. “Musikalisasi puisi kan sebenernya memasukkan unsur musik ke dalam puisinya. Menjadikan sastra sebuah panggung pertunjukkan. Tapi kalau mau mengulik sejarah, sebenarnya ini gak baru. Dulu tuh seni gak dikotakkan-kotakkan seperti sekarang ini. Contohnya dulu syair, tetapi cara penyampaiannya dinyanyikan. Seniman opera, dan lainnya,” jawab Clarasia Kiky yang kerap dipanggil Kiky. Genep juga menambahkan, “Proses pembuatan sebenarnya berbeda untuk tiap orang. Kreativitas tetap menjadi komponen paling penting. Ya, didapatkan dari bergaul, kehidupan sehari-hari, lalu direnungkan. Puisi itu seperti melukis, melukis kata-kata. Apa yang ada di benak pikiran kita diubah, dan diukir menjadi rangkaian kata-kata yang indah.”

Pada penghujung acara, diumumkan 4 pemenang untuk tiap kategori, yaitu 3 pemenang utama dan 1 pemenang favorit. Setiap juri pun bergiliran memberi kritik dan pujian terhadap para pemenang dan peserta lainnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para generasi muda untuk terus berkarya dan tetap kreatif meski masih harus tetap di rumah. Saksikan selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=-zVpw7xpb-8. (CA)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar