Pilih Laman
Bekerja Sama Menekan Risiko Bencana

8 Agustus 2020

Oleh: Humas UNTAR

Program Studi Magister Arsitektur, Fakultas Teknik (FT) Untar, kembali mengadakan Seri Seminar Online berjudul “Community-based Planning and Disaster Risk Reduction (DRR) Nexuus in Urban Areas,” Sabtu (8/8).

Hadir sebagai narasumber Dr. Eng. Lata Shakya (Ritsumeikan University, Institute of Disaster Mitigation for Urban Cultural Heritage (R-DMUCH)) dan Co-lead U-Inspire Indonesia Volunteer dan WB Urban Planning Consultant Risye Dwiyani, M.Eng. Dosen Magister Arsitektur Untar Dr. Eng. Titin Fatimah, S.T., M.Eng. hadir sebagai moderator yang mengatur jalannya acara.

Membuka acara, Dekan FT Untar Harto Tanujaya, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan bahwa acara ini dapat menambah wawasan untuk para peserta di masa pandemi. “Topik hari ini menarik karena sesuai dengan kondisi geografis indonesia, yang terletak di daerah cincin api. Hal ini menyebabkan adanya tantangan tersendiri dalam mendesain dan merencanakan suatu kawasan yang aman,” ucapnya.

Memaparkan “Post-disaster Response and Recovery by the Local Community in Historic Settlements of Nepal,” Dr. Lata menjelaskan peran komunitas lokal di kota kecil Patan pasca Gempa Bumi Nepal 2015. “Pasca gempa masyarakat bekerja sama mengevakuasi mereka yang terdampak, menggunakan courtyard sebagai tempat pengungsian utama sampai dapat kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

“Hal ini dibukukan sebagai memori dan acuan yang mungkin dapat bermanfaat bagi generasi mendatang,” sambung perempuan kelahiran Nepal yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Jepang tersebut.

Materi “We Should Not Work Alone: Young Professionals’ Views on Risk-informed Development Planning Practices in Indonesia” yang dibawakan Risye mengangkat studi kasus hunian masyarakat pinggiran sungai di sekitar daerah Keraton, DIY Yogyakarta. Menurutnya, pengembangan perkotaan juga harus melibatkan perencanaan pengurangan risiko bencana. “Ketahanan perkotaan adalah sesuatu yang kita butuhkan, suatu kapasitas untuk bertahan, betumbuh, dan berkembang walaupun diterpa shock atau kejadian tiba-tiba, dan stress atau kejadian dalam jangka waktu lama seperti krisis pandemi ini. Namun, tidak hanya membangun kapasitas saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga risiko terjadinya shock dan stress di masa mendatang,” jelasnya.

Risye juga menekankan pentingnya kolaborasi antarbidang dalam perencanaan dan mitigasi risiko. “Kami juga mengajak rekan-rekan Magister Arsitektur untuk lebih terbuka dengan rekan-rekan multidisiplin, dari bidang lain, ketika melakukan perencanaan,” pungkasnya.

“Community-based Planning and Disaster Risk Reduction (DRR) Nexuus in Urban Areas” merupakan seri ke-enam dalam seri Seminar Online Magister Arsitektur Untar. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh Indonesia ini disiarkan melalui Zoom dan Channel Youtube Magister Arsitektur Untar.