Pilih Laman
Untar Adakan Konferensi Internasional Daring

3 Agustus 2020

Oleh: Humas UNTAR

Universitas Tarumanagara mengadakan Tarumanagara International Conference on the Applications of Technology and Engineering (TICATE) dan Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences & Humanities (TICASH) 2020, Senin (3/8). Rangkaian acara tahunan, TICATE dan TICASH berlangsung dari tanggal 3 – 4 Agustus 2020.

Konferensi Internasional yang dihadiri para peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Taiwan, Jepang, India, Australia, dan tentunya Indonesia,  diawali sambutan  Chairman TICATE & TICASH Dr. Hugeng serta dibuka oleh Rektor Untar Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan kepada lebih dari 400 peserta yang hadir. “Konferensi ini diselenggarakan Untar agar kita bisa saling bertukar ilmu, insight, pengalaman, serta persahabatan antar negara,” pesan Dr. Hugeng.

Pada sambutannya, Rektor Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan mengatakan “Konferensi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menemukan solusi dari pandemi yang sedang terjadi selagi mempersiapkan era yang baru,” sambut Rektor.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pertama yang dinarasumberi oleh Prof. Ir. Dr. Lee Sze Wei sebagai President Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia dengan mengangkat topik dampak Covid-19 terhadap dunia pendidikan khususnya di bidang sains dan teknologi. “Pandemi ini membawa impact yang cukup besar, membuat pekerjaan banyak terhambat dan segala sesuatu menjadi tidak menentu,” jelasnya. “Di bidang kami (sains dan teknologi) pandemi cukup menghambat karena banyak hal yang tidak bisa dilakukan secara online, praktik misalnya,” tambahnya.

Sesi pertama dilanjutkan dengan kehadiran Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi dari Universitas Indonesia dengan membawakan topik tentang inovasi. Usaha-usaha dunia tidak terlepas dari permasalahan dan hambatan, kemudian hambatan melahirkan inovasi. Ditengah pandemi pun diharapkan  lahir solusi-solusi baru, “Tiga tantangan inovasi adalah bagaimana kita menemukan apa yang orang suka, apa yang dapat menyelesaikan masalah, dan bagaimana membangun model bisnis yang tepat,” papar narasumber.

Sesi kedua dimulai tepat seusai sesi pertama berakhir, dinarasumberi  Prof. Marco M. Polo dari De La Salle University, Philipina yang membahas tentang impact Covid-19 terhadap para pelajar. Prof. Marco melihat bahwa pandemi ini tidak hanya berdampak terhadap perekonomian dan mengganggu kegiatan pembelajaran, namun beliau juga melihat bahwa psikologi para pelajar dapat terganggu akibat pandemi ini. “Ketika kita sadar bahwa para mahasiswa kita terkena dampak terhadap psikis mereka maka inilah saatnya untuk menghubungkan antara connection & compassion,” tuturnya.

Selain ketiga narasumber di atas turut hadir dalam acara Dr. Linda Lin dari Kun Shan University Taiwan dan Dr. Eko Harry Susanto, M.SI. dari Untar Indonesia. -NR-

-JS-

3 Agustus 2020, KS, LIT, PKM.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar