Pilih Laman
Menghadapi Tantangan Pembelajaran Online

4 Juli 2020

Oleh: Humas UNTAR

Magister Arsitektur Untar menyelenggarakan seminar online berjudul “Tantangan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal” melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung di channel Youtube Magister Arsitektur Untar, Sabtu (4/7).

Acara ini menghadirkan narasumber kunci Kepala Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., Ph.D., dosen University of East Anglia United Kingdom, Dr. Lukman Aroean, Ph.D., dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Arsitektur Untar Dr. Ir. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T. Dimoderatori dosen Magister Arsitektur Untar Suwardana Winata, S.T., M.Arch. yang mengatur jalannya acara.

Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan mengatakan bahwa pembelajaran daring (online) memiliki keunggulan, terutama di masa pandemi Covid-19. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan prodi ternyata mudah juga dilaksanakan secara online dan membuat mahasiswa mudah berinteraksi dengan lingkungan di luar perguruan tingginya serta dunia industri,” pungkasnya.

Secara khusus Rektor menyampaikan apresiasi kepada pelaksana acara. “Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat membuka peluang kolaborasi lebih jauh untuk berbagai kegiatan tridharma,” tuturnya.

Memaparkan “Pengalaman dan Eksplorasi Bentuk Kegiatan Belajar Mengajar di Era Normal Baru,” Dr. Ahmad menjelaskan feedback mahasiswa dan upaya mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Era New Normal. “Mahasiswa merasa PJJ hanya mengedepankan tugas dan kurang interaksi hangat dari dosen. Maka itu, harus dilakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan PJJ seperti pelatihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring dan blended learning, penyesuaian kurikulum, serta pembenahan kampus sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

“Contoh protokol kesehatan yang diterapkan di laboratorium-laboratorium UGM mewajibkan adanya tempat cuci tangan penyediaan disinfektan, pemeriksaan kesehatan seperti cek suhu tubuh ketika masuk, dan sebagainya,” sambung Dr. Ahmad.
Dalam paparan berjudul “Meaningful Discomfort or Meaningless Comfort?,” Dr. Lukman membahas seputar ketidaknyamanan pembelajaran online yang dialami dosen dan mahasiswa. “Kedekatan dalam interaksi saat KBM memang penting, tetapi saat ini lebih penting untuk menekan krisis. KBM secara online dapat membawa keuntungan bagi dosen dan mahasiswa tatap muka, tidak seperti di kelas yang terpisah jarak sekian meter,” imbuhnya.

“Pembelajaran online membantu mahasiswa yang terhambat di pembelajaran konvensional karena kendala bahasa, yang tidak memiliki kemampuan untuk terlibat secara aktif dalam KBM. Dari sini saya belajar bahwa mahasiswa dan dosen sama-sama berjalan, berkomunikasi, dan menikmati sistem baru ini,” sambung Dr. Lukman.

Dr. Naniek menyampaikan “Proses Pembelajaran Studio dan Riset” sebagai laporan rencana PJJ Magister Arsitektur Untar diterapkan di semester ganjil 2020/2021. “Berdasarkan pengalaman semester ini, Magister Arsitektur Untar siap melaksanakan PJJ untuk semester mendatang dengan dua alur, yaitu alur studio perancangan dan riset. Sistem pembelajaran adalah blended learning, dengan persentase 30% tatap muka di awal sebagai pengenalan dosen dan mahasiswa, serta 70% online, termasuk UTS dan UAS,” ungkapnya.

Seminar ini merupakan seri pertama Seminar Online Magister Arsitektur Untar yang terdiri dari delapan seri dilaksanakan setiap Sabtu selama bulan Juli-Agustus. -AW-

-JS-

4 Juli 2020, KS

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar