Pilih Laman
Melanjutkan Perjuangan R.A. Kartini pada Zaman Modern

21 April 2020

Oleh: Admin Pusat

  

Selamat Hari Kartini! Siapa yang tidak kenal R.A. Kartini? Setiap tahunnya kita memperingati hari tersebut sebab Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang telah berjuang melawan diskriminasi atas perempuan dengan membela hak-haknya. Kisah tersebut dimulai dari Raden Ajeng Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Karena terlahir sebagai anak Bupati, tentu hidup Kartini tercukupi secara materi. Ia bahkan berhasil menyelesaikan sekolah di ELS (Europese Lagere School). Padahal pada masa tersebut tidak banyak anak-anak seusia Kartini yang dapat bersekolah, meski sayangnya setelah menikah dan melahirkan anak pertamanya, Kartini meninggal di usia 24 tahun.

Setelah Kartini meninggal, barulah pemikiran Kartini tentang perempuan di Indonesia mulai banyak menjadi pembicaraan. Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda saat itu mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa. Akhirnya disusunlah buku yang awalnya berjudul “Door Duisternis tot Licht” yang kemudian diterjemahkan dengan judul “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”, terbit pada tahun 1911.

Tidak mudah perjuangannya, tetapi pada saat ini pemikiran mengenai perempuan sudah banyak berubah walaupun masih terdapat beberapa pandangan yang kurang tepat. Pada hari yang spesial ini, Fikom Untar mengajak beberapa mahasiswa, karyawan, dan dosennya untuk membagikan dan merayakan perjuangan Kartini. “Waktu terus berjalan, carilah pengalaman, maknai dan jalani dengan hati,” pesan Ibu Roswita Oktavianti, S.Sos., M.Si., dosen Fikom Untar. (CA)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar