Pilih Laman
Jurnalisme Kesehatan dan Pemberitaan Corona

15 April 2020

Oleh: Admin Pusat

“Kesalahan pemberitaan soal penyebaran virus corona bisa jadi pemicu kepanikan masyarakat untuk memborong masker secara besar-besaran. Akibatnya, terjadi kelangkaan masker di pasar. Hal ini tentu bukan tujuan dari pemberitaan media massa. Di tengah arus hoaks virus corona yang begitu deras, media arus utama diharapkan menjadi medium konfirmasi dan verifikator informasi kepada masyarakat,” tulis Bapak Drs. Muhammad Gafar Yoedtadi M.Si., dosen FIKom Untar, dalam artikel berjudul “Pemberitaan Corona, Menakar Kembali Jurnalisme Kesehatan” yang diterbitkan melalui Kompas.com.

Lalu, apa korelasi antara jurnalisme kesehatan dengan pemberitaan Corona? Untuk menghasilkan berita kesehatan yang baik, redaksi sebuah media dituntut untuk memiliki lebih dari seorang reporter dan redaktur bidang kesehatan yang secara konstan meliput isu-isu kesehatan. Khususnya di tengah banjirnya hoaks virus corona, sudah selayaknya media arus utama mengutamakan kualitas pemberitaan kesehatan agar dapat menjadi pegangan masyarakat. “Redaksi tidak bisa berlepas tangan dalam mengupayakan peningkatan pengetahuan wartawan kesehatan. Memang, persaingan bisnis media mengakibatkan redaksi harus berhemat dan melakukan efisiensi, tetapi tidak dapat dipungkiri dampaknya pada kualitas berita,” pesannya. (CA)

Sumber: Kompas.com

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM