Pilih Laman
Social Distancing, Salah Satu Dampak dari Pandemi Covid-19

14 April 2020

Oleh: Admin Pusat

Semenjak penyebaran virus Corona yang lebih meluas lagi di Indonesia, muncul istilah-istilah seperti  social distancing dan physical distancing. Didalam pengertiannya, physical distancing tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari social distancing. Akan tetapi, di dalam social distancing memiliki dimensi relasi sosial dan emosional. Sehingga sepertinya masih banyak masyarakat yang menganggap social distancing hanyalah sebatas menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Dalam artikel “Social Distancing dan Hambatannya dalam Sosio-kultural Indonesia” yang ditulis oleh salah satu dosen FIKom Untar yaitu Bapak Dr. Rezi Erdiansyah, M.S tertulis “Social distancing dapat dilihat pada perilaku masyarakat, tetapi penerapannya masih menjadi dilema.” Menurutnya, hal ini dikarenakan oleh: (1) Masyarakat kesulitan menjalankan social distancing karena kebiasaan dalam kebersamaan, kerja sama, solidaritas, dan sejenisnya sebagai bentuk dari interaksi sosial; (2) Masyarakat awam beranggapan social distancing hanya sebatas menjaga jarak, terlihat pada saat ketika berada di area publik seperti ketika melakukan antrian di anjungan tunai mandiri (ATM). Meskipun demikian, kondisi seperti ini masih menjadi dilema karena tidak semua orang dapat dengan mudah melakukannya.

Inilah permasalahan yang harus diselesaikan dan dicari segera solusinya untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara lebih efektif. “Mengatasi wabah Covid-19 memerlukan sinergi semua pihak, kesadaran dan pengorbanan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kepekaan sosial terhadap sesama merupakan kekuatan yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam mengatasi permasalahan ini,” pesannya. (CA)

Sumber: Kompas.com

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM