Pilih Laman
Simposium Pengelolaan Limbah Bersama KLKH dan JDC

12 September 2019

Oleh: Humas UNTAR

Dr. R.M. Gatot P. Soemartono, S.E., S.H., M.M., LL.M. (di podium)  dan Dr. Med., dr., Dr. AB Susanto, S.E., M.A., C.P.M.  sebagai salah satu pembicara

Untar dan The Jakarta Consulting Group mengadakan Simposium “Extended Producer Responsibility: Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Timbal (Pb) Aki Bekas” di Auditorium Kampus I Untar, Kamis (12/9).

Hadir sebagai pembicara; Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati, SH., MSD., Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3  Ir. Achmad Gunawan Widjaksono, MAS, , Dr. H. Kurtubi, SE., M.Sp., M.Sc. (Anggota Komisi VII DPR RI), Dr. R.M. Gatot P. Soemartono, S.E., S.H., M.M., LL.M. (Akademisi Universitas Tarumanagara), Drs. Yayat Supriatna, M.S.P. (Pengamat Transportasi dan Lingkungan), dan Dr. Med., dr., Dr. AB Susanto, S.E., M.A., C.P.M. (Penasihat Komite Nasional Kebijakan  Governance).

Tujuan Simposium untuk memperluas tanggung-jawab produsen untuk mematuhi peraturan limbah B3 serta  kesediaan melestarikan lingkungan dengan menarik produk yang berpotensi  menjadi limbah B3, melalui penerapan sistem siklus tertutup.

Melalui kegiatan ini juga dapat memberikan pemahaman mengenai peraturan terkait dengan pengelolaan limbah B3 timbal (Pb) aki bekas yang berwawasan lingkungan, serta mengatur sistem daur ulang produk aki, dengan memberi tanggungjawab  kepada produsen agar menarik produknya yang bekas untuk diolah kembali  agar tidak menimbulkan limbah B3 dengan menerapkan sistem siklus tertutup (close-loop system).

Salah satu dampak yang akan dicermati dalam simposium ini adalah dampak dari penggunaan aki oleh kendaraan bermotor. Setelah aki tidak dapat digunakan oleh kendaraan bermotor maka kita perlu mempertimbangkan untuk mengelola limbah aki dengan baik.

Menurut data BPS, pada tahun 2017 jumlah kendaraan bermotor sebanyak  138.556.669 unit dan ini  berdampak pada peningkatan kebutuhan akan aki (vehicle battery).  Peningkatan  ini memberikan pengaruh yang signifikan pada lingkungan hidup.