
GreenMech adalah sebuah kompetisi membuat struktur mekanika Rube Goldberg Machine yang menyenangkan yang menghubungkan berbagai fungsi dari mekanika dan green energy melalui operasi yang kompleks untuk menyelesaikan tindakan yang sederhana.

“Robot merupakan alat bantu untuk kehidupan kita sehari-hari, kita adalah perancang dari robot yang bermanfaat dalam hidup kita, jangan merancang robot yang dapat merusak alam. Robot tidak boleh menggantikan manusia sebagai perancang yang mengendalikan robot.” Ujar Rektor Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan saat membuka acara, Sabtu (11/5) di kampus Untar. Turut hadir Kepala PBKP Meiske Yunithree Suparman, M.Psi.
Kompetisi ini menggunakan prinsip saintifik yang mengkombinasikan lima aspek pembelajaran dan perkembangan yang dikenal dengan istilah STEAM yaitu Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics dan dibagi dalam tiga kategori, yaitu kelompok Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.

Kompetisi ini juga menanamkan semangat kerja sama tim dimana setiap tim terdiri dari 3 – 4 orang dan setiap orang memiliki peranan masing-masing yang saling membantu menyelesaikan misi tersebut. Setiap tim dibebaskan membuat berbagai macam model robot sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh panitia dan dapat menggunakan berbagai macam perangkat untuk mengoperasikan robot tersebut, seperti smart phone, pads, laptop. Kompetisi R4M yang inovatif ini merefleksikan kolaborasi “human-machine” dan membuat kompetisi ini berbeda dengan kompetisi robot lainnya.
Tahun ini terdapat 50 tim yang ikut serta dan mereka adalah yang sudah lolos kompetisi regional. Tim yang berhasil lolos dalam tingkat nasional berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia di Taiwan pada 1 Agustus 2019. Greenmech dan R4M juga didukung Pradita Institute, Universitas Ma Chung Malang, serta Perguruan Tinggi Eka Prasetya Medan.



