Pilih Laman
Game dalam Sidang Tugas Akhir PSTI FTI UNTAR

25 Januari 2018

Oleh: Admin Pusat

Pada tanggal 8 s.d. 12 Januari 2018 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (PSTI FTI UNTAR) melaksanakan sidang Tugas Akhir semester ganjil 2017/2018. Ibu Jeanny Pragantha, M.Eng., selaku koordinator Tugas Akhir PSTI menyebutkan terdapat 35 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika mengikuti sidang TA ini. Mahasiswa menyusun makalah tugas akhirnya sesuai bidang kajian ilmu yang mereka minati. Untuk Program Studi Teknik Informatika, bidang kajian ilmu tersebut meliputi Data Engineering, Intelligent Systems, dan Game Development.

Salah satu bidang kajian ilmu unggulan FTI Untar adalah bidang Game Development. Terdapat 9 mahasiswa yang tertarik pada bidang ini. Mereka berkreasi membuat berbagai jenis game komputer yang menarik. Salah satunya adalah Arief Mukzi Almesa. TA-PSTI-FTI_UNTAR-1Ia tertarik di bidang game development ini karena bermain game asyik dan menyenangkan. Ia ingin agar orang lain dapat menikmati game yang ia ciptakan. Selain itu Ia juga menikmati peran sebagai creator dan pengontrol dunia dalam game yang ia ciptakan tersebut.

Berangkat dari pengalaman selama kuliah, ia menuangkan apa yang dirasakannya dalam game ciptaannya yang diberi nama “College Life”, sebuah game dengan genre Simulation Role Playing Game. Game ini menceritakan kehidupan mahasiswa mulai dari masuk kuliah sampai lulus, yang harus mengatur waktu, kondisi tubuh, keuangan dan interaksi sosial agar dapat sampai pada masa kelulusannya.

college lifePada tiap akhir semester sang mahasiswa harus bertarung dengan monster yang digambarkan sebagai personifikasi dari ujian akhir. Beberapa fitur dalam game yang ia buat adalah Point and Click Adventure, Random Event Encounter, Free Roaming dan Turn Base Battle.

Tentunya game yang diciptakan Arief masih belum sempurna. Ia berharap agar game tersebut dapat diteruskan dan dikembangkan dengan menambah elemen-elemen dan fitur game oleh juniornya di FTI Untar.

sidang-TA-FTI-Untar-ganjil2017-2018-6Sama halnya dengan Arif, Derren Evan Gunadi tertarik di bidang game development. Ia berpendapat game menyenangkan dan tidak membosankan, bahkan juga mendapatkan ilmu. Mendapatkan ide dari game Super Mario Bross, ia menciptakan game serupa dengan dengan fitur 2 karakter yang dimainkan sekaligus. Uniknya adalah gerak 2 karakter tersebut berlawanan arah. Game tersebut ia beri nama “Hans and Grettel”, sesuai nama karakter dalam game tersebut. Game ini titik fokusnya adalah puzzle, bagaimana mencapai titik tujuan akhir dengan memecahkan puzzle, mengatasi dan melewati semua rintangan. Hans dibekali pedang untuk menyerang, sedangkan Grethel dibekali dengan panah.

Terdapat dua elemen penting dalam game ini yaitu elemen merah dan biru. Berbeda dengan Super Mario Bross yang menerapkan side scrolling, game yang dibuat menggunakan game engine Unity ini, menerapkan one screen puzzle.

Hans And Grettel

Derren berharap, game yang diciptakannya ini dapat ia lanjutkan pengembangannya menggunakan berbagai platform dan dapat dipublish melalui playstore. Hobi bermain game semenjak kecil, membuat Dominic Oscar penasaran dan tertantang untuk belajar dan membuat game sendiri. Ia tertarik dengan proses pembuatan game seperti mendesain objek, membuat animasi dan melakukan proses coding.TA-PSTI-FTI_UNTAR-3

Dominic menciptakan game yang ia namakan “Find me! Shoot me!”. Game ini bergenre first person shooter yang digabungkan dengan fitur multiplayer split screen dalam satu layar dan fitur invisible charakter (visual karakter tidak terlihat). Fitur multiplayer dapat dimainkan oleh 2 – 4 pemain. Tujuan game adalah mendapatkan poin tertinggi, yaitu 7 poin. Pemain akan mendapatkan poin saat membunuh pemain lain. Game ini sendiri menceritakan kehidupan pada abad ke-22 dimana para ilmuwan telah menemukan ramuan agar dapat menghilang (tidak terlihat kasat mata). Terjadi pertentangan antara kaum ilmuwan dengan kaum elite.
Akibat pro dan kontra ini terjadilah peperangan.Ide game berasal dari game offline multiplayer pada tahun 2000-an, seperti Crash Team Racing (CTR) dan Chocobo Racing. Ide genre first person shooter juga diambil karena merupakan genre yang paling populer pada saat ini.

Find me Shoot me

Peminatan Game Development tidak melulu didominasi oleh laki-laki. Theresia Sheridan Natio adalah salah satu mahasiswi di FTI Untar yang tertarik di bidang game development. Ia tertarik karena ia selalu ingin membuat sesuatu yang baru. Suasana Laboratorium Game Development yang kondusif, kompak, saling bantu dan mendukung antar mahasiswa bidang game,  juga membuat  dirinya semakin mantap menekuni bidang game development.

TA-PSTI-FTI_UNTAR-4

Game yang ia buat adalah jenis board strategy game. Ia beri nama “Investor”. Game yang bertema ekonomi ini, dimaksudkan untuk menjadi sarana belajar prinsip-prinsip ekonomi dasar. Salah satu fitur menarik pada game yang dibuat Theresia adalah diterapkannya Augmented Reality. Ia menciptakan game ini, selain untuk dinikmati seperti game lain pada umumnya juga bertujuan sebagai sarana bersosialisasi dengan orang lain. Game ini harus dimainkan minimal 2 orang. “Saya melihat banyak orang-orang bermain game sendiri, sehingga tidak bersosialisasi denngan orang lain. Maka salah satu tujuan saya menciptakan game ini agar pemain dapat bersosialisasi dengan orang lain. Misalnya game ini dapat dimainkan dengan teman-teman, atau dengan keluarga di rumah.” demikian ujar Theresia. Ia juga berencana untuk meluncurkan game buatannya pada komunitas Boarding Game di Indonesia.

Masih banyak lagi game-game menarik yang diciptakan oleh mahasiswa FTI Untar. Semoga ke depannya bidang peminatan game di Program Studi Teknik Informatika  FTI UNTAR semakin diminati dan semakin maju.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar