Pilih Laman
Conference on Management and Behavioral Studies 2017

13 Oktober 2017

Oleh: Admin Pusat

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara bekerja sama dengan AMA Indonesia menyelenggarakan seminar nasional dan konferensi ilmiah Conference on Management and Behavioral Studies (CMBS) 2017. Seminar nasional seputar ilmu manajemen dan behavioral studies ini secara telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya. Dalam kesempatan kali ini, CMBS yang mengangkat tema “Coping With Irrational Behavior: Critical Perspective on Management and Business” menghadirkan Ir. Dr. Rajendran Muthuveloo dari Graduate School of Management, Universiti Sains Malaysia dan Yusak Kristian Solaeman selaku Direktur Marketing Astra Otoparts, Tbk selaku pembicara.

10.13.2017-CMBS

 

Acara ini dibuka oleh rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan harapannya bahwa melalui kegiatan seminar dan konferensi ilmiah seperti ini Universitas Tarumanagara sebagai Perguruan Tinggi yang mendapatkan akreditasi “A” dari BAN PT dapat terus mempertahankan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik melalui pengejawantahan tridarma perguruan tinggi. CMBS 2017 juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A. “Topik seputar behavioral studies merupakan topik yang menarik untuk dikaji secara luas baik dari sisi ilmiah maupun praktik. Bahkan pemenang Nobel di bidang Ekonomi, Richard H. Thaler, meraih penghargaan ini atas kontribusinya dalam bidang Behavioral Economics.” Perwakilan AMA Indonesia, Bapak Mindiarto Djugorahardjo, juga menyampaikan pandangan yang sama tentang meningkatnya kepentingan untuk memahami behavior dari sisi konsumen.

Sesi plenary diawali oleh Ir. Dr. Rajendran Muthuveloo yang menyampaikan materi mengenai irrational behavior dalam konteks perilaku keorganisasian. Dalam paparannya, irrational behavior pegawai suatu organisasi dapat dikelola dengan mengkombinasikan strategi klasifikasi pegawai dan heart count. Terdapat empat kategori pegawai: server, performer, transactor, dan transformer. Adapun heart count adalah proses proaktif dalam organisasi yang menumbuhkan perasaan dihargai dengan menjaga sense of belonging dan feeling of usefulness dari pegawai. Sinergi yang terbentuk dari kombinasi strategi ini dapat mengatasi irrational behavior pegawai sehingga kinerja organisasi dan business sustainability dapat dicapai.

Sebagai pembicara dari dunia bisnis, bapak Yusak Kristian Solaeman menyambung sesi plenary dengan membahas pengalaman Astra Otoparts menyiasati irrational behavior konsumen. Sebagai perusahaan penyedia suku cadang otomotif terkemuka di Indonesia, Astra Otoparts selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumennya. Irrational behavior yang sering ditemukan pada konsumen dikaji secara mendalam dan bahkan memunculkan peluang bisnis baru melalui penciptaan lini produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pada akhirnya, strategi perusahaan dalam menyikapi irrational behavior konsumen turut menentukan loyalitas konsumen dan perkembangan bisnis perusahaan.

Dalam sesi paralalel yang dilangsungkan setelah istirahat makan siang, terdapat sebanyak 48 makalah yang dipresentasikan oleh akademisi dari 21 instansi perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia dan Rusia pada CMBS tahun ini. Sejumlah makalah juga direkomendasikan untuk diterbitkan di jurnal-jurnal yang bekerja sama dengan CMBS, antara lain Jurnal Manajemen (Universitas Tarumanagara), Jurnal DeReMa (Universitas Pelita Harapan), International Journal of Business Studies (IPMI International Business School).

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar