Pilih Laman
Untar Selalu Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Bela Negara

6 September 2017

Oleh: Humas UNTAR

Rektor Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan mendampingi Menkopolhukam Wiranto�saat menyampaikan kuliah umum   Untar selalu�menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara di kampus. � Perguruan tinggi ini�merupakan cerminan Indonesia kecil dengan jumlah mahasiswa sekitar �14.000 dan berasal dari 32 provinsi di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama. Suasana akademik sangat baik dengan saling toleransi dan menghormati keberagaman.�Semuanya mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang Rektor Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan menyampaikannya saat memberi sambutan pada kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto., S.H. Selasa (5/9) di audtorium kampus Untar. Menkopolhukam berada di kampus Untar�dalam rangka menyampaikan kuliah umum tentang pendidikan bela negara� di depan para mahasiswa. �Turut hadir �pada acara tersebut Pembina Yayasan Tarumanagara The Ning King, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Dr. Gunardi S.H., M.H, para�pimpinan dan dosen Untar serta Muspida Jakarta.� Kuliah umum ini �bertujuan� membangun semangat bela negara serta� memperkuat rasa cinta tanah air bagi generasi muda khususnya mahasiswa Untar. Rektor Untar Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan menyampaikan� pandangannya� mengenai pentingnya� menanamkan nilai nasionalisme bagi mahasiswa.� Ia melihat adanya perubahan di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa dalam memandang nasionalisme sehingga perlu dihidupkan lagi nilai-nilai ke-Indonesiaan khususnya di kampus. Ditambahkannya bawa masa depan Indonesia ada ditangan generasi muda oleh sebab diharapkan �selalu menjaga integritas, profesionalisme dan membangun jiwa enterpreneurship supaya dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa.� �Lulusan Untar banyak yang menekuni dunia bisnis, sehingga �akan bertambah banyak para pengusaha yang mempunyai rasa bela negara�,� tegas Rektor. Kuliah umum ini penting terlebih dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada sekarang seperti berita bohong (hoax) yang menjurus kepada fitnah dan menimbulkan perpecahan.� Selain itu juga agar dapat membuka wawasan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa akan potensi, ancaman dan tantangan Indonesia ke depan.