Pilih Laman
Memaknai Halal bi halal

6 Juli 2017

Oleh: Admin Pusat

Pada hari Kamis, 6 Juli 2017 Universitas Tarumanagara menyelengarakan acara Halal Bi Halal untuk seluruh civitas akademika, baik itu Yayasan Tarumaganara, Rektor dan pejabat Rektorat, Direktur-direktur , Dekan dan Pejabat Fakultas, para dosen dan karyawan. Kegiatan diisi dengan nyanyian-nyanyian, sumbangan tarian Saman dari Padmanagara Fakultas Psikologi, vocal group dari gabungan Fakultas Teknik, Hukum, Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan, M.T menyatakan bahwa  Halal bi halal adalah kembali memulai hubungan. Janganlah hidup kita menjadi gersang hanya memburu materi tapi isi juga kehidupan rohani dg hal-hal yang baik, berpikir yang positif, berkontribusi positif dalam membangun kehidupan. Rektor pun mengajak agar seluruh civitas akademika UNTAR untuk mengamalkan kebaikan yang diterima dari Tuhan didalam menjalankan tugas yang kita emban, agar kita membawa kebaikan yang diperoleh selama  berpuasa dan kembali menjadi fitri yang penuh dengan kebaikan.

Beberapa dosen di fakultas Psikologi Untar juga memberikan pandangannya mengenai Halal bi halal. Menurut ibu Dr. Riana Sahrani, M.Si., Psikolog, Halal bi halal itu pada intinya adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Acara Halal bi halal itu dilakukan antar komunitas atau keluarga besar, demikian imbuhnya. Halal bi halal adalah acara silaturahmi dimana kita saling bertemu untuk saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri, seperti yang dikatakan oleh ibu Kiky Dwi Hapsari, M.Psi., Psikolog yang banyak berkecimpung dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi itu. Dipertegas pula oleh bapak Untung Subroto, M.Psi., Psikolog klinis yang banyak berperan juga dalam mengkoordinir kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Psikologi UNTAR, bahwa Halal bi halal itu menyambung kembali silaturahmi yang sudah lama terputus. Dilaksanakan sesudah perayaan IdulFitri atau lebaran, karena pada masa tersebut banyak orang pergi kembali ke kampung halamannya dan lama tidak bertemu. Dengan pertemuan halal bi halal didahului dengan saling memaafkan. (Enes)