Pilih Laman
Psysmart, dari Psyphoria

16 Mei 2017

Oleh: Admin Pusat

Oleh: Willy Taslim, M.Psi., Psikolog Psyphoria adalah kegiatan kompetisi antar universitas yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Psyphoria berasal dari dua kata, yaitu psychology dan euphoriaPsychology merupakan ilmu yang memelajari tentang pikiran, perasaan dan perilaku manusia. Euphoria merupakah suatu perasaan gembira yang meluap dan dapat diperoleh dari tersalurnya keinginan seseorang.Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2011 dan diteruskan dari tahun ke tahun. Tema Psyphoria untuk tahun ini adalah “Indonesia Sedjatikoe”. Tema kegiatan ini dipilih dengan tujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalis mahasiswa dan juga peserta yang mendukung psyphoria. Tidak hanya itu, kegiatan ini diadakan agar terjalin kerjasama dan hubungan yang lebih erat antara fakultas psikologi di seluruh indonesia. Dengan demikian, mahasiswa antar universitas juga dapat melakukan kegiatan-kegiatan akademik seperti penelitian ilmiah. Psyphoria terdiri dari berbagai kegiatan kompetisi, yang salah satunya adalah Psysmart, yang merupakan perlombaan di bidang akademik. Psysmart dilaksanakan di Gedung M lantai delapan, Universitas Tarumanagara, 26 April 2017, Pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Psysmart diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Total peserta dari kegiatan ini terdiri atas sembilan kelompok.Selain Universitas Tarumanagara sebagai tuan rumah, universitas yang mengikuti kegiatan ini adalah Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Unika Atma Jaya, Universitas Kristen Krida Wacana, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Psysmart dibagi menjadi empat babak. Untuk babak pertama dan kedua, bahan yang diujikan adalah mengenai psikologi umum, psikologi kepribadian, psikologi pendidikan, dan psikologi perkembangan, sedangkan untuk babak ketiga dan keempat bertemakan psikologi industri dan organisasi. Tentu saja, dalam pembuatan soal, pihak penyelenggara Psysmart juga meminta bantuan dari juri yang memiliki kompetensi di bidangnya. Babak pertama adalah isian singkat. Dalam babak ini, tidak diterapkan sistem gugur. Babak kedua, merupakan kompetisi cepat tepat. Babak kedua sendiri dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama diikuti satu orang sebagai perwakilan tim dan Sesi kedua diikuti oleh kelompok. Untuk menjaga agar perlombaan tetap netral dan adil, seorang juri juga dihadirkan, yaitu Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.M., Psikolog. Terdapat enam kelompok yang maju ke babak semifinal, yaitu, dua kelompok dari Universitas Indonesia, satu tim dari Universitas Kristen Krida Wacana, satu tim dari Unika Atma Jaya, satu tim dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan satu tim dari Universitas Tarumanagara. Babak ketiga dan keempat memiliki tiga orang juri, yaitu Prof. Dr.phil. Hana Rochani Gustasari Panggabean, Psikolog; Dr. Silverius Y. Soeharso, S.E., M.M., Psikolog; dan Dra. Hj. Umi Mahmudah Hani, Psikolog. Babak ketiga adalah kompetisi debat, yang dibagi menjadi tim pro dan kontra. Dalam babak ketiga ini, akan dipilih tiga tim dengan nilai tertinggi untuk babak final, yaitu impromptu case studies. Peserta yang maju ke babak final adalah UI 1, UI 2, dan Unika Atma Jaya. Dalam babak ini, peserta diberikan sebuah kasus dan diminta untuk menelaah kasus tersebut dan memaparkannya di depan juri. Untuk hasil final, juara pertama diduduki oleh UI 2 dengan skor 1227 , juara dua diduduki oleh UI 1 dengan skor 1205 , dan juara tiga diduduki oleh Unika Atma Jaya dengan skor 1200. Galeri foto:

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar