Pilih Laman
Menunda Pekerjaan?

8 April 2017

Oleh: Admin Pusat

Seringkali kita menunda pekerjaan yang seharusnya kita lakukan, hal tersebut merupakan procrastination atau penundaan. Menunda sesuatu dapat menjadi masalah karena pekerjaan menjadi beresiko tidak selesai tepat waktu. Sebagai contoh, pekerjaan rumah dari dosen di kampus yang tidak selesai karena mahasiswa terus menolak untuk mengerjakan tugas tersebut. Para pelaku procrastination seringkali tidak mengantisipasi konsekuensi yang dapat terjadi dan terdapat beberapa alasan mengapa menunda sering dilakukan. Pertama, procrastination terjadi karena adanya perasaan-perasaan seperti takut, harapan, memori, impian, keraguan, dan tekanan. Perasaan marah yang terendap juga menjadi salah satu penyebab seseorang sering menunda pekerjaan. Procrastination sering digunakan untuk menghindari perasaan-perasaan tidak nyaman. Sebagaicontoh, pelajar senang menunda mengerjakan tugas yang mereka tidak sukai. Dalam penundaan dan keterlambatan proscrastinators, mereka juga takut jika usaha mereka tidak diterima. Para procrastinators melarikan diri dan menghindar dari tanggungjawab, mereka tidak yakin terhadap diri mereka sendiri. Orang-orang juga lebih sering melakukan procrastination pada tugas-tugas yang konsekuensinya tidak langsung dan masih lama waktunya, dibandingkan resiko yang akan langsung datang. Alasan lainnya terjadinya procrastination adalah kesulitan dalam mengatur waktu. Orang-orang mengalami kesulitan berhadapan dengan deadline, kekonsistenan, ataupun memprediksi ketepatan selesainya pekerjaan. Faktor tersebut dapat terjadi dikarenakan factor genetis. Ada factor biologis dalam diri yang tidak dapat menyesuaikan dengan proses yang terus berubah-ubah. Selain itu, penundaan dapat timbul dari factor eksternal seperti keluarga, hubungan sosial, factor kultural. Faktor-faktor ini berhubungan erat dengan ‘penghargaan’ dan ‘hukuman’ yang dirasakan seseorang. Seseorang yang merasa tidak pernah bermasalah dan dihukum karena kebiasaan menunda menjadi termotivasi untuk sering melakukan procrastination. Akibat dari procrastination dapat berupa rasa keputusasaan, marah dan rasa kesal. Mereka merasa procrascination menghalangi mereka untuk bekerja secara maksimal dan akhirnya malah menyalahkan diri sendiri. Selain itu, konsekuensi juga dapat terjadi secara eksternal, yaitu masalah dengan lingkungan kerja, sekolah, dan juga lingkup keluarga. Misalnya, nilai di sekolah menjadi buruk akibat tugas makalah yang tidak selesai pada saat tenggat waktu, ataupun keluarga yang kesal karena tugas gotong-royong terus tidak dikerjakan. Maka dari itu, kegiatan menunda dapat menyebabkan masalah-masalah dalam diri dan perlu diperhatikan faktor-faktor penyebabnya untuk diminimalisir. (M/ENES)   Artikel ini telah diterbitkan pada Buletin Psikologi Edisi ke-27.

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar