Pilih Laman
Makan bersama, kesehatan, dan kesejahteraan psikologis

19 Desember 2016

Oleh: Admin Pusat

Oleh: Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog Pakar Psikologi Klinis Anak   Bulan Desember, umum terlihat kekentalan suasana mempersiapkan dan merayakan hari Natal, persiapan menjelang akhir tahun, dan mempersiapkan tahun baru. Pada kesempatan ini, begitu banyak aktivitas baik dalam pekerjaan maupun dalam aktivitas sekolah yang lebih banyak diisi dengan liburan atau mengambil cuti panjang. Kala liburan akhir tahun, keluarga-keluarga saling berkumpul. Berbincang dan saling berbagi cerita serta rasa rindu selama berjauhan. Kesempatan itu, sering dilihat adanya acara makan bersama-sama dengan keluarga. Tampak adanya kebahagiaan disana. Para orangtua yang terkasih dan sahabat sehat, kiranya adakah hubungan kesempatan waktu makan bersama keluarga dengan kesejahteraan psikologis dan kesehatan fisik? Saat orangtua apalagi jaman sekarang dimana ayah dan ibu bekerja, maka waktu makan bersama dengan seluruh anggota keluarga adalah saat makan pagi atau makan malam. Atau bila kita berbicara tentang orangtua yang sudah lanjut usia, saat mereka sudah hidup sendiri tanpa pasangan dan anak-anak mereka sudah dewasa serta meninggalkan rumah, maka waktu makan bersama memang dibuat secara khusus dengan anggota keluarga. Banyak orangtua yang lanjut usia juga menyempatkan untuk makan bersama dengan teman-teman, sehingga akan menjadi moment yang ditunggu-tunggu. Waktu makan bersama keluarga merupakan waktu untuk saling berbagi cerita dan kesenangan bersama di sekeliling meja makan dan makanan yang dinikmati. Secara psikologis maupun dari segi kesehatan fisik, terdapat banyaknya keuntungan yang didapat dari adanya waktu makan bersama dengan keluarga, seperti:

  1. Meningkatkan penyesuaian diri
  2. Meningkatkan prestasi akademik dari anak
  3. Berkembangnya kemampuan berbahasa pada anak
  4. Menurunkan perilaku maladjusted
  5. Kesehatan fisik dan pola makan yang menjadi lebih baik

Dengan keuntungan yang dapat dicapai dari waktu makan bersama, maka kualitas dari moment makan bersama ini perlu diperhatikan. Ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan agar menjadikan waktu makan bersama ini sebagai waktu yang berkualitas, waktu yang menyenangkan semua pihak, dan memberi dampak positif secara psikologis maupun kesehatan fisik.

  1. Matikan TV serta alat komunikasi seperti telepon dan lainnya, dan duduklah bersama-sama di sekeliling meja makan. Hal ini perlu dilakukan agar perhatian dari seluruh anggota keluarga adalah tertuju pada makanan yang dinikmati serta pada seluruh anggota keluarga yang hadir. Untuk perkembangan anak juga didapat keuntungan, dengan duduk saat makan membuat anak belajar mengenai perilaku makan yang baik.
  2. Berbincang-bincang dengan anggota keluarga menggunakan pernyataan yang positif, karena pada anak mereka akan mengembangkan perbendaharaan katanya melalui percakapan yang memberikan dampak emosional. Pernyataan yang positif memberi dampak emosi yang lebih baik. Dengan kata-kata positif, maka anggota keluarga akan memiliki perasaan yang senang dan lebih mengembangkan rasa percaya diri.
  3. Fokuslah pada hal-hal yang positif dan menyenangkan, bisa itu tentang makanan yang dinikmati atau pengalaman hari ini. Dengan suasana perbincangan mengenai hal-hal yang positif, maka proses menyunyah dan menelan makanan akan menjadi lebih lancar.
  4. Berbicaralah dengan tenang dan perlahan sehingga membantu proses makanan dikunyah dan dicerna dengan baik. Makanan yang dikunyah dan dicerna dengan baik akan meningkatkan metabolisme nutrisi pada tubuh dan sangat berhubungan dengan kesehatan fisik.
  5. Persiapkan hidangan yang bervariasi sekitar 3 menu agar anak belajar untuk menentukan pilihan dan mengajukan keinginannya. Dan biarkan anak yang memilih, bukan orangtua yang memaksakan apa yang harus dimakan dan tidak dimakan oleh anak.

Memahami lebih banyak mengenai keuntungan dari waktu makan bersama dengan keluarga, tentunya para orangtua dan anggota keluarga akan mengupayakan waktu makan bersama yang berkualitas. Semakin sering waktu berkualitas itu dimiliki, maka kesejahteraan psikologis dan kesehatan fisik dari seluruh anggota keluarga akan semakin meningkat. Salam sehat dan sejahtera! (ENES) Sumber foto-foto dari internet   Referensi: Dolin, Ann. How Family Dinners Improve Student’s Grades. http://ectutoring.com/resources/articles/family-dinners-improve-students-grades Doherty, W. Research on the Benefits of Family Meals. http://www.sharethetable.com/docs/BenefitsofTheFamilyDinnerWhitePaper.pdf McHugh, J., Lee, O., Aspell, N., Lawlor, B.A., & Brennan, S. (2015). A Shared Mealtime Approach to Improving Social and Nutritional Functioning Among Older Adults Living Alone: Study Protocol for a Randomized Controlled Trial. JMIR Res Protoc. Vol. Apr-Jun; 4(2): e43. Published online 2015 Apr 21. doi:  10.2196/resprot.4050

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM