Pilih Laman
Judul Berita

9 Desember 2016

Oleh: Admin Pusat

Taufik Dwi Laksono, Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Teknik Sipil Universitas Tarumanagara Jakarta berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul MODEL ESTIMASI BIAYA SUATU PROYEK BANGUNAN,  yang disampaikan di depan sidang terbuka yang dipimpin oleh Guru Besar sekaligus Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan.

Sidang terbuka digelar pada hari Kamis, 10 November 2016 di ruang Auditorium Gedung M Lantai 8 Kampus I Universitas Tarumanagara, Jalan Let Jen S. Parman No. 1 Jakarta.

Saudara Promovendus (Taufik Dwi Laksono) berhasil lulus menjadi Doktor Ilmu Teknik Sipil Universitas Tarumanagara Ke 29 dengan waktu tercepat yaitu 2 tahun 5 bulan dan meraih Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00, dan dengan demikian promovendus dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian atau “Cum Laude”, ucap Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan selaku pimpinan sidang.

Dalam paparannya, Taufik Dwi Laksono menjelaskan bahwa penelitian tentang model estimasi biaya suatu proyek bangunan gedung yang menggabungkan factor fisik dan faktor non fisik masih jarang dilakukan. Sehingga masih sangat perlu dilakukan penelitian tentang estimasi biaya yang menggabungkan dua factor tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang teknik sipil berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melakukan estimasi biaya suatu proyek bangunan dan pengembangan model estimasi biaya suatu proyek bangunan dan dapat diimplementasikan dalam menghitung perkiraan besarnya biaya suatu bagunan secara cepat dan akurat sebagai gambaran awal tentang biaya yang harus dikeluarkan dalam suatu proyek bangunan gedung.

Taufik Dwi Laksono, suami dari Yuni Wahyuningsih, S.H., MKn, dan ayah dari Adinda Riska Ayuning Putri Laksono merupakan dosen tetap Fakultas Teknik Sipil Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Atas kelulusannya ini maka Taufik Dwi Laksono berhak untuk menyandang gelar Doktor.

Ujian terbuka dipimpin oleh Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan. Sedangkan dewan penguji terdiri dari Ketua dewan penguji adalah Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc, Ph.D., Anggota penguji meliputi Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., Ir. Dadang M. Ma’soem, MSCE, Ph.D., Dr. Ir. OnnyxiforusGondokusumo, M.Eng., dan Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D. (selaku penguji eksternal dari UII Yogyakarta).

Dalam sesi pemberian pesan dan kesan oleh promotor, Ir. Dadang M. Ma’soem, MSCE., Ph.D. selaku promotor pendamping mengatakan bahwa jenjang S3 bukanlah sebuah jenjang akademik yang dapat dengan mudah diperoleh, tetapi merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang dapat diperoleh melalui suatu proses belajar mengajar, yang tentunya memerlukan kerja keras, kesungguhan, kemampuan belajar mandiri serta ketekunan dari seorang promovendus. Hal ini patut menjadi tauladan bagi kita semua bagaimana semangat Dr. Taufik Dwi Laksono untuk memperoleh jenjang S3 ini. Perjalanan pulang pergi Purwokerto – Jakarta yang jaraknya cukup jauh tidak lagi menjadi kendala bagi Dr. Taufik untuk menyelesaikan S3 nya. Kami berharap agar Dr. Taufik menjadi seorang insane cendikiawan yang mampu mengabdi pada masyarakat, mengamalkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan umat manusia, bangsa dan negara. (Rosidi)