Pilih Laman
Curahan Hati Mahasiswa Seputar Skripsi

22 November 2016

Oleh: Admin Pusat

Curahan Hati Mahasiswa Seputar Skripsi oleh: Patricia Astrid Nadia (Lulusan Fakultas Psikologi tahun ajaran 2015-2016) Galau, takut, bingung, bosan, malas, dan hampa. Itulah perasaan yang biasanya muncul saat mahasiswa tingkat akhir mendengar kata skripsi. Buat kalian, para adik kelas yang sebentar lagi akan berjuang dengan skripsi, Yuk, simak apa sih cerita para kakak kelas psikologi Untar yang sudah berhasil berjuang menyelesaikan skripsi? Ini dia, curhat para kakak kelas. “Takut. Awalnya juga galau banget. Kalau bisa diibaratin yah, lebih galau nentuin judul daripada diputusin pacar. Takut juga sama sidang,” ujar Novilianti, mahasiswi tingkat akhir yang mengangkat topik skripsi seputar kesejahteraan psikologis. Mahasiswi yang akrab disapa Novi ini juga mengaku malas saat harus mengerjakan revisi. Baginya, untuk menyelesaikan revisi perlu mengumpulkan niat 1000 persen, mulai dari buka laptop sampai mulai mengerjakannya. “Rasanya malas banget. Jadi biasa disiasatin sambil dengar lagu, trus pas udah bosan break dulu main HP baru lanjut lagi,” ujarnya sambil tertawa. Terkadang di saat rasa bosan juga melanda, Novi juga berusaha menyediakan snack yang manis-manis, dan berusaha menjauhkan HP nya, supaya perhatiannya untuk mengerjakan skripsi tak teralihkan oleh HP kesayangannya. Lain Novi, lain halnya dengan Cindy Osella. Cewek yang akrab dipanggil Osella ini menilai rasa bosan dan malas saat mengerjakan skripsi itu pasti ada. “Tapi mau gimana pun ya tetap harus ditentuin judulnya dan diselesain skripsinya. Kalau nggak nanti malah nggak jalan-jalan skripsinya,”  kata mahasiswa yang sedang meneliti topik psikologi klinis. Rasa galau itu diakuinya masih terus menghantuinya hingga kini, karena harus melalui revisi dan proses pengambilan data yang terbilang cukup lama. Biasanya saat bosan, Osella meluangkan waktu untuk jalan-jalan dengan teman. Mahasiswi yang satu ini juga tak lupa berdoa untuk kelancaran proses skripsinya. “Kita bisa lakuin hal yang kita suka, misal shopping, tapi harus atur jadwal juga sama skripsi kita,” pesannya. Sementara Alex Valentino juga punya cerita menarik soal skripsi.“Pas nentuin judul, mau pilih kuanti apa kuali, nentuin dosen pembimbing galau juga sih.Jenuh sih pastiya,” ujarnya yang tengah meneliti seputar psikologi konsumen. Saat cowok yang satu ini merasa bosan, dia memilih untuk mengisinya dengan kegiatan lain, seperti part time job.“Atau nggak lakuin hobi-hobi, tapi jangan sampai terlena aja,” imbuhnya. Menurut Alex, supaya skripsi tetap dapat dikerjakan dengan fun, ada baiknya jika dikerjakan bersama-sama dengan teman-teman ketimbang sendiri. “Kalau sama teman-teman bisa saling sharing informasi, siapa tahu variabelnya mirip, jadi bisa diskusi bareng dan lebih seru,”tuturnya. Lalu bagaimana dengan pengalam Jerry seputar skripsinya? Cowok berambut jabrik ini mengaku dirinya pernah menunda-nunda untuk mengerjakan skripsi, tapi pada akhirnya tetap diselesaikan dengan baik.Kini, Jerry pun sudah lulus sidang skripsi di periode April 2016 yang lalu, dengan judul hubungan kecerdasan emosi dengan agresi di sekolah yang pernah tawuran. “Supaya fun ngerjain skripsi sih pilih topik yang emang menarik buat kita supaya kitanya nggak pusing juga,” ujarnya memberi pesan untuk teman-teman yang sedang skripsi. Terakhir, ada cerita dari Findi terkait skripsi.“Bosan sih nggak, tapi kadang malas. Kalau untuk topik sendiri memang pilih yang memang minat di sana,” katanya yang tengah meneliti tentang stress kerja. Biasanya saat rasa malas itu datang, Findi akan mengingat dan memikirkan impiannya untuk lulus dengan cepat. “Kita juga bisa lakuin aktivitas yang kita suka, seperti jalan-jalan tapi tetap buat target,” tutupnya. Ternyata memang tak dapat dipungkiri bahwa rasa galau, malas, bosan adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan skripsi dari kaca mata mahasiswa selaku anak muda. Saya hanya ingin sedikit menanggapi saja komentar teman-teman seputar skripsi. Selaku mahasiswa yang tengah meneliti topik psikologi klinis dengan subyek pasien Myasthenia Gravis, membuat saya terkadang juga merasa bosan mengerjakan revisi. Ingin rasanya memanjakan diri sejenak dan bepergian bersama teman-teman. Biasanya saat saya mulai bosan dengan verbatim dan analisis yang menggerogoti kepala saya, maka saya memutuskan untuk bermain bowling dengan teman-teman saya untuk melepas penat sejenak dari skripsi. Atau saya memilih untuk menulis cerpen dan berita sesuai hobi saya. Teman-teman mahasiswa tentulah bukan robot skripsi yang setiap harinya harus mengerahkan energi untuk skripsi semata. Perlu waktu juga untuk bersantai. Dengan pikiran yang santai, maka dengan mudah akan lahir semangat baru untuk kembal imengerjakan revisi. Sah-sah saja sebenarnya merasa bosan, lalu melakukan kegiatan refreshing dan menjalankan sejumlah aktivitas terkait hobi, tapi alangkah baiknya kegiatan seputar hobi tidak dilakukan berlebihan, sehingga badan pun tetap fit dan tidak terlalu lelah. Kita sebagai mahasiswa tetaplah harus pandai-pandai mengatur waktu untuk refreshing dan mengerjakan skripsi. Hal ini penting loh teman-teman, karena jika teman-teman terlalu banyak melakukan aktivitas di luar seperti part time job, magang, dan refreshing, tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup, pastinya tak menutup kemungkinan teman-teman akan sakit. Saat sakit, otomatis proses pengerjaan skripsi teman-teman akan tertunda. Teman-teman jadi terhambat untuk ambil data, tertunda untuk bertemu subyek penelitian, dan deadline revisi menjadi tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Tips untuk teman-teman yang sedang skripsi:

  • Jangan lupa istirahat yang cukup,
  • Buat jadwal rutin antara waktu refreshing dan mengerjakan skripsi.
  • Ajak teman-teman yang memiliki topic skripsi dengan variable yang sejenis untuk berkumpul dan bertukar pikiran bersama-sama. Berdiskusi bersama tentu lebih asyik dan membuat kita kaya akan informasi
  • Patuhilah jadwal serta deadline yang telah kalian tentukan. (Bayangkan wajah orangtua kalian yang bangga, teman-teman ceria, serta dosen pembimbing yang bahagia, saat melihat kalian lulus, wisuda, dan mendapat pekerjaan sesuai yang kalian inginkan)

Mahasiswa kreatif pasti punya banyak alternatif untuk skripsi cerdasnya. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya.   Sumber gambar: Milik penulis. Edit: ENES

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar