Pilih Laman
AYO! Bijak Dalam Mengunakan Media Sosial

5 Agustus 2016

Oleh: Admin Pusat

Saat ini, media sosial menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Berdasarkan data  dari We are Social, ada sekitar 79 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia. Peningkatan pengguna media sosial di Indonesia juga memberikan dampak, baik positif maupun negatif. Dampak tersebut dihasilkan tergantung dari seberapa bijak pengguna media sosial dalam menggunakan nya.

Salah satu dampak negatif yang baru saja terjadi diakibatkan karena pengguna kurang bijak memanfaatkan media sosial adalah kasus terjadinya kerusuhan di Tanjung Balai. Kasus ini bermula dari adanya provokasi di media sosial yang disebarkan oleh seseorang di akun facebook dan berujung kerusuhan.

Dari kasus ini, dosen FIKom UNTAR, Septia Winduwati merasa prihatin. Menurutnya media sosial bersifat netral, semuanya tergantung dari para penggunanya. para pengguna media sosial seharusnya  cukup cerdas dan bijak dalam share dan cari informasi tentu hal-hal seperti ini tidak akan terjadi.

“Saya prihatin, karena di era yang sudah cukup maju ini masyarakatnya belum cukup dewasa dalam melihat hal-hal yang terjadi di masyarakat. Media sosial sama halnya dengan teknologi bersifat netral, semua tergantung dari para penggunanya. Kalau para penggunanya cukup cerdas dan bijak dalam share dan mencari informasi tentu hal-hal seperti ini tidak akan terjadi. Jadi ya, saya rasa semua kembali lagi ke para penggunanya,” ucap Septia Winduwati Dosen FIKom UNTAR ketika ditanya pendapatnya mengenai peristiwa Tanjung Balai.

Pengguna media sosial perlu kesadaran bahwa media sosial itu bersifat tekstual dan netral. Septia mengatakan sesuatu yang dibagikan di media sosial bisa menjadi masalah jika publik yang membaca dan menginterpretasikannya secara berbeda. Memilih bacaan cerdas, media dan komunitas dapat membentuk pola pikir seseorang terhadap dunia. Pemerintah pun diharapkan harus memiliki regulasi yang tegas terhadap para pelanggar.

“Yang namanya media sosial di ranah online itu tidak terpisah dari dunia nyata atau offline. Apa yang dibuat di online bisa berdampak didunia nyata, mau itu hal baik atau hal buruk,” jelas Septia.

(S/A/L)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar