Pilih Laman
BE POSITIVE BE HAPPY

14 Juni 2016

Oleh: Admin Pusat

BE POSITIVE BE HAPPY Oleh: Denrich Suryadi, M.Psi., Psikolog Pakar Psikologi Klinis Dewasa   Mudah tidak sih berpikir positif? Sebagian besar dari kita mungkin akan menjawab, “Tidak Mudah.” “Saya pernah mencobanya, tapi gagal.” Banyak orang tahu bahwa dengan berpikir positif maka hidup akan lebih bahagia. Tetapi,bagaimana kita dapat bahagia apabila sulit untuk berpikir positif. Bagaimana cara mengubah mindset kita yang negatif menjadi positif?   Hal pertama yang perlu dipahami adalah manusia cenderung menganggap segala sesuatu tentang dirinya secara negatif karena kita lebih mudah melakukan penilaian dan kesimpulan mengenai kekurangan dan keburukan kita. Hal kedua, persepsi negatif membentuk keyakinan yang salah. Kecenderungan ini semakin menenggelamkan seseorang dalam masalah dan sulit berpikir positif, berperilaku tepat dan berperasaan bahagia. Ketiga aspek pikiran, perilaku dan perasaan merupakan hal yang akan saling memengaruhi satu sama lain dan menentukan seberapa positif atau negatif adaptasi kita di lingkungan sehari-hari.   Pikiran negatif dapat terbentuk karena adanya pengalaman masa lalu yang buruk seperti merasa tidak dipercaya oleh orangtua, merasa selalu dipersalahkan; pola pikir atau keyakinan yang salah seperti “Saya bodoh.”; situasi/stresor yang buruk seperti perlakuan atasan tidak adil, dimarahi oleh pasangan; dan reaksi negatif yang selalu ditampilkan seperti sedih, marah, atau cemas. Pikiran negatif merupakan pikiran, kata dan sikap yang menyebabkan suasana hati tidak bahagia dan tindakan menjadi negatif. Cara berpikir yang keliru akan mengarahkan kita ke perasaan yang negatif dan menyebabkan perilaku kita pun menjadi tidak tepat. Cara berpikir ini pula yang akhirnya selalu menarik kita dalam lingkaran masalah yang tidak terselesaikan, atau bahkan memperburuk masalah yang ada. Cara mengatasi pikiran dan keyakinan yang keliru dan negatif ini adalah melatih diri berpikir positif.   Keuntungan berpikir positif yang dapat kita rasakan adalah kita akan lebih bahagia, lebih berenergi, lebih termotivasi untuk maju, memberi kekuatan dan keyakinan lebih positif, meringankan beban, serta mendorong dan memudahkan kita untuk mencapai keberhasilan. Dengan memampukan diri berpikir positif maka kita akan mencapai kebahagiaan karena persepsi dan evaluasi positif kita terhadap diri sendiri.   Tips untuk memulai berpikir positif: Pertama, kenali sumber masalah terlebih dahulu. Biasakan untuk melakukan introspeksi dan bukti terhadap keyakinan yang keliru tersebut, contoh: “Semua orang jahat.” Tanyakan kembali apakah semua orang jahat. Jangan-jangan hanya satu atau beberapa orang saja yang tersebut namanya, bukan semua orang. Hindari menggunakan kata “tapi” karena bermakna sebagai penyangkalan. Ubahlah menjadi “dan”, contoh: “Saya mau tapi saya malu.” menjadi “Saya mau dan saya akan berusaha sebaik mungkin.” Selanjutnya STOP berpikir negatif dan lebih hargai diri. Jalankan kebiasaan untuk menggunakan kata-kata yang positif: “Saya mampu…”. Terakhir, ketika kita menghadapi masalah, batasi diri ketika mengeluh dan cari solusi yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah.   Sumber gambar: koleksi pribadi penulis (ST/Enes)

 

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar